Tony Wenas (FOTO: DOK/TIMEX)

JAKARTA, TIMIKAEXPRESS.id – PT Freeport Indonesia menyatakan siap melakukan divestasi tambahan saham sebesar 12 persen pada tahun 2041. Hal itu disampaikan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin.

Tony mengungkapkan bahwa antara Freeport dan pemerintah telah tercapai kesepahaman terkait masa depan pengelolaan tambang setelah 2041.

“Saya menyebutnya kesepahaman karena belum tertulis. Pertambangan ini akan bisa diperpanjang sesuai peraturan yang ada, yakni hingga life of mine atau seumur tambang. Selain itu, Freeport akan melakukan divestasi tambahan saham 12 persen di 2041,” jelas Tony.

Menurut Tony, kesepahaman lebih awal diperlukan agar Freeport memiliki kepastian dalam merencanakan eksplorasi lanjutan.

Eksplorasi detail membutuhkan investasi besar dan waktu panjang, terutama untuk kebutuhan penambangan pasca-2041.

“Kami meyakini di area tersebut terdapat sumber daya yang sangat besar. Semakin cepat komitmen ditandatangani, semakin cepat kami bisa memulai eksplorasi,” katanya.

Ia menjelaskan, proses eksplorasi rinci dapat memakan waktu 3–4 tahun.

Setelah itu, perusahaan perlu melakukan design engineering dan detail engineering yang juga memerlukan waktu 3–4 tahun.

Selanjutnya, baru dilakukan studi kelayakan atau feasibility study (FS) dengan durasi serupa, ditambah pembangunan terowongan dan infrastruktur penunjang lainnya.

“Karena itu, lebih cepat lebih baik sehingga tidak terjadi depleting atau pengurangan produksi mendekati tahun 2041 sesuai Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) kami saat ini,” ujar Tony. (ant)