DEMO – Ratusan massa FPHUM saat menggelar aksi demo damai di depan Kantor DPRK Mimika, Selasa (25/11). (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKA, timikaexpress.id – Ratusan masyarakat Mimika Wee yang tergabung dalam Front Pemilik Hak Ulayat Mimika (FPHUM) menggelar aksi demo damai di depan Kantor DPRK Mimika, Jalan Cenderawasih, Distrik Mimika Baru, Mimika-Papua Tengah, Selasa (25/11).
Massa datang sambil membawa sejumlah spanduk bertuliskan tuntutan, antara lain:
1. Kembalikan Hak Ulayat Mimika Wee dari Potowai hingga Nakai.
2. Selamatkan Hak Ulayat Mimika Wee.
3. Tegakkan Tapal Batas Mimika Wee.
4. Hentikan perampasan tanah adat Mimika Wee.
5. Ungkap aktor konflik di Kampung Wakia terkait penyerobotan wilayah adat Mimika Wee.
6. Menolak perampasan tanah leluhur oleh Kabupaten Deiyai.
7. Wilayah yang dicaplok dan dimekarkan tidak sesuai peraturan perundang-undangan.
8. Mendesak Pemkab Mimika dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyelesaikan tapal batas di Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah.
9. Menghargai pemilik hak adat Iwaka Temare.
10. Menteri Dalam Negeri diminta turun tangan menyelesaikan tapal batas Kabupaten Mimika–Dogiyai.
Dalam orasinya, massa Mimika Wee meminta secara tegas agar Pemkab Mimika mengembalikan hak ulayat mereka dan mengambil tindakan konkret terkait persoalan tapal batas yang selama ini menjadi sumber konflik.
Massa aksi pun menyampaikan aspirasi di hadapan Bupati Mimika, Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, dan anggota DPRK Mimika.
Aksi ini turut mendapat pengamanan ketat dari ratusan personel TNI/Polri dan Satpol PP Mimika. (via)















Tinggalkan Balasan