EVAKUASI – Prajurit Komando Operasi Habema mengevakuasi korban kekerasan di Kabupaten Yahukimo, Kamis (23/7/2026). Panglima Komando Operasi TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga menjelaskan proses evakuasi dilakukan di medan yang berat dan sempat diwarnai kontak tembak sebelum seluruh korban berhasil dievakuasi ke RSUD Dekai. (FOTO: GREN/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Komando Operasi TNI Habema membeberkan kronologi evakuasi jenazah pasangan suami istri yang menjadi korban kekerasan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Proses evakuasi berlangsung di medan yang berat dan sempat diwarnai kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata.

Panglima Komando Operasi TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, dalam konferensi pers di Timika, Kamis (23/7/2026), mengatakan korban yang berhasil diidentifikasi adalah Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya dan istrinya, Pam Wendakwe.

Sementara itu, satu jenazah perempuan lainnya yang diduga berasal dari Suku Unaukam masih dalam proses penyelidikan untuk memastikan identitasnya.

Mayjen Yudha menjelaskan, lokasi kejadian berada di Seradala, sekitar 65 kilometer dari Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Medan yang terjal dan kondisi geografis yang sulit menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi.

Tim gabungan, kata dia, lebih dahulu menemukan jejak darah sebelum menelusuri lokasi para korban.

“Kami pertama menemukan jejak darah, kemudian menelusurinya. Sekitar pukul 11.20 WIT tim menemukan lokasi. Selang 20 menit kemudian, tepat pukul 11.40 WIT, terjadi kontak tembak karena kelompok bersenjata diduga sudah menunggu. Namun situasi berhasil kami antisipasi,” ujarnya.

Ia mengatakan pasangan suami istri tersebut ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan.

“Jenazah ditemukan dalam kondisi yang sangat tidak manusiawi,” katanya.

Setelah situasi dinyatakan aman, seluruh jenazah dievakuasi ke RSUD Dekai sekitar pukul 14.30 WIT untuk menjalani visum sebelum diserahkan kepada pihak berwenang.

Proses evakuasi turut dipantau Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli.

Dalam kesempatan itu, Mayjen Yudha juga membantah tudingan yang menyebut tiga korban merupakan bagian dari intelijen TNI.

Ia menegaskan, keselamatan dan keamanan masyarakat Papua tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Kami memastikan seluruh tindakan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan keselamatan masyarakat serta penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

TNI menyatakan akan terus mendukung upaya penanganan situasi keamanan di Yahukimo bersama aparat terkait, sekaligus memastikan proses penyelidikan terhadap kasus tersebut berjalan sesuai prosedur. (via)