FOTO BERSAMA- Ketua Komisi I DPRK Mimika, Alfian Akbar Balyanan saat foto bersama Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf. Teuku Jozanda, Danyon Brimob B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah, Kompol Umbu Sairo usai rapat koordinasi di aula DPRK Mimika, Rabu (15/4/2026). (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKA, timikaexpress.id – Komisi I DPRK Mimika menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama TNI dan Polri untuk membahas stabilitas keamanan serta pemetaan potensi konflik di wilayah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (15/4/2026).

Rapat yang berlangsung di Aula Pertemuan DPRK Mimika itu dipimpin Ketua Komisi I DPRK Mimika, Alfian Akbar Balyanan, serta dihadiri Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah, Kompol Umbu Sairo, dan Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Teuku Jozanda.

Alfian mengatakan, Rakor ini bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh terkait kondisi keamanan di Mimika, termasuk wilayah-wilayah rawan potensi konflik maupun yang mengalami penurunan eskalasi.

“Kami ingin mengetahui pemetaan wilayah yang tergolong rawan, serta daerah yang eskalasi konfliknya mulai menurun. Ini penting sebagai bahan evaluasi dan langkah ke depan,” ujarnya.

Selain itu, rapat juga menyoroti maraknya kasus kriminalitas seperti begal dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dinilai mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut Alfian, hasil pemaparan dari TNI-Polri akan menjadi bahan penting bagi Panitia Khusus (Pansus) Kemanusiaan DPRK Mimika dalam merumuskan kebijakan dan langkah penanganan yang lebih terarah.

Dalam pertemuan tersebut, aparat keamanan juga menyampaikan upaya penanganan konflik antarwarga, khususnya di Distrik Kwamki Narama, melalui pendekatan mediasi.

“Kami mengapresiasi upaya Brimob dan Polres Mimika dalam menangani konflik di Kwamki Narama. Harapannya, konflik serupa tidak kembali terjadi,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan agar tetap kondusif demi mendukung kelancaran pembangunan di Kabupaten Mimika.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat turut menjaga ketertiban sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (*)

Penulis : Gren Telaubun
Editor   : Maurits SDP