SAMBUTAN – Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyao, SKM membawakan sambutan dalam rapat koordinasi penguatan sistem rujukan dan penyusunan dokumen pelaksanaan pelayanan rujukan di Hotel Horison Diana, Timika, Rabu (21/10/2026). (FOTO: YESON WENDA/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Salah satunya melalui penguatan koordinasi antarfasilitas kesehatan dan penyusunan dokumen pelaksanaan pelayanan rujukan agar penanganan pasien dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berkesinambungan.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Dinkes Mimika di Hotel Horison Diana, Timika, Rabu (21/10/2026), pukul 10.00 WIT.

Rapat ini menjadi forum untuk mengevaluasi pelaksanaan program kesehatan, mengidentifikasi tantangan dalam pelayanan kepada masyarakat, serta merumuskan langkah strategis guna memperkuat sistem rujukan di Kabupaten Mimika.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyao, SKM, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelayanan rujukan merupakan salah satu komponen penting dalam sistem kesehatan.

Melalui sistem rujukan yang berjalan baik, pasien diharapkan memperoleh penanganan medis yang tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan fasilitas kesehatan.

Menurut Marselino, penyusunan dokumen pelaksanaan pelayanan rujukan menjadi langkah strategis untuk memperjelas alur rujukan pasien, memperkuat koordinasi antarfasilitas kesehatan, serta memastikan kesinambungan pelayanan.

Ia menilai, sistem rujukan yang terarah dan terkoordinasi sangat dibutuhkan agar proses penanganan pasien dapat berjalan lebih efektif, terutama ketika pasien membutuhkan layanan medis lanjutan di fasilitas kesehatan yang memiliki kemampuan lebih sesuai dengan kondisi medisnya.

Karena itu, Marselino mengajak seluruh peserta rapat untuk terlibat aktif dalam pembahasan dengan menyampaikan masukan dan berbagi pengalaman berdasarkan kondisi pelayanan kesehatan di lapangan.

Ia menekankan bahwa dokumen yang disusun tidak boleh hanya menjadi kelengkapan administrasi.

Lebih dari itu, dokumen tersebut diharapkan menjadi pedoman operasional yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan kondisi nyata pelayanan kesehatan di Kabupaten Mimika.

Melalui rapat koordinasi ini, Dinkes Mimika juga berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai kebijakan dan standar pelayanan rujukan, sekaligus mampu mengidentifikasi kendala yang selama ini dihadapi dalam proses rujukan pasien.

Marselino menegaskan pentingnya komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pelayanan kesehatan.

Dengan sistem rujukan yang semakin terarah dan kerja sama antarfasilitas kesehatan yang lebih kuat, pelayanan kepada masyarakat diharapkan dapat berlangsung secara lebih optimal, efektif, dan berkesinambungan. (*)

Penulis: Yeson P. Wenda
Editor: Maurits SDP