SUASANA HARU – Keluarga, kerabat, dan sejumlah pejabat daerah mengiringi prosesi pemakaman Wakil Ketua II DPRK Mimika, Karel Gwijangge, S.IP., di kediamannya di Jalan Nawaripi, Timika, Senin (7/9/2026). (FOTO: SELVY/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman Wakil Ketua II DPRK Mimika, Karel Gwijangge, S.IP., di kediamannya di Nawaripi, Timika, Senin (7/9/2026) sore.
Jenazah almarhum dimakamkan sekitar pukul 16.00 WIT setelah sebelumnya mendapat penghormatan terakhir dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRK Mimika.
Keluarga, kerabat, rekan kerja, masyarakat, hingga sejumlah pejabat daerah turut hadir mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Tampak hadir Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, pimpinan dan anggota DPRK Mimika, Ketua DPRK Nduga beserta jajaran, Kapolres Mimika, serta Dandim 1710/Mimika.
Suasana duka terasa sepanjang prosesi.
Keluarga dan para pelayat mengiringi jenazah almarhum dengan penuh haru, memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah lama mengabdikan dirinya di dunia politik dan pembangunan Kabupaten Mimika.
Rangkaian pemakaman diawali dengan penghormatan terakhir dan peletakan karangan bunga oleh sejumlah tamu yang hadir.
Dalam sambutan mewakili keluarga, Philip Gwijangge menyampaikan tiga permohonan kepada Bupati Mimika Johannes Rettob dan pimpinan DPRK Mimika Primus Natikapereyau.

Permohonan pertama, keluarga berharap jabatan Wakil Ketua II DPRK Mimika yang ditinggalkan almarhum dapat tetap diberikan kepada pihak keluarga.
Menurut keluarga, permohonan tersebut disampaikan sebagai bagian dari harapan keluarga untuk menjaga kebersamaan dan menghindari persoalan yang tidak diinginkan di kemudian hari.
Kedua, keluarga memohon agar nama Karel Gwijangge dapat diabadikan sebagai nama salah satu ruas jalan di Kota Timika.
Hal itu diharapkan menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan kontribusi almarhum selama menjalankan tugas serta berkiprah dalam pembangunan Kabupaten Mimika.
Sementara permohonan ketiga, keluarga meminta agar satu unit kendaraan dinas yang sebelumnya digunakan almarhum dapat diputihkan.
Ketiga permohonan tersebut disampaikan keluarga sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa serta pengabdian Karel Gwijangge selama menjalankan amanah sebagai Wakil Ketua II DPRK Mimika.
Kepergian Karel Gwijangge meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan sejawat dan masyarakat Mimika.
Sosok almarhum dikenal telah mengabdikan sebagian besar perjalanan hidupnya dalam dunia organisasi dan politik, serta ikut mengambil bagian dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Mimika.
Kini, Karel Gwijangge telah berpulang dan dimakamkan di kediamannya di Nawaripi.
Namun, jejak pengabdian dan kenangan tentang dirinya akan tetap hidup di tengah keluarga, sahabat, dan masyarakat yang pernah mengenalnya. (cr-72)








Tinggalkan Balasan