PERTEMUAN – Bupati Mimika Johannes Rettob didampingi Wakil Bupati Emanuel Kemong, juga Pj Sekda Abraham Kateyau saat memimpin pertemuan bersama Pimpinan Wilayah BNI di Ruang Rapat Kantor BPKAD Mimika, Selasa (23/9) (FOTO: ISTIMEWA/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua Tengah, menggandeng Bank Negara Indonesia (BNI) untuk menghadirkan program bank sampah di setiap kelurahan.

Inisiatif ini diharapkan tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan program ini diawali dari Distrik Mimika Baru dan akan diperluas ke seluruh wilayah.

“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat. Sampah bukan hanya limbah, tapi bisa jadi uang,” tegasnya di Timika, Selasa (23/9).

Dalam skema ini, setiap kelurahan akan memiliki agen bank sampah yang menampung sampah anorganik untuk dijual ke bank induk.

Sementara sampah organik akan diolah menjadi kompos atau paving block sehingga memiliki nilai tambah sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Pemkab Mimika juga menyiapkan sosialisasi masif, termasuk ke sekolah-sekolah, agar generasi muda terbiasa memilah sampah dan melihat potensi ekonominya.

“Anak-anak bisa menabung dari hasil sampah, bahkan membeli buku dari uangnya,” kata Johannes.

Ke depan, Pemkab Mimika menargetkan dalam lima tahun TPA Iwaka bertransformasi menjadi Tempat Pengelolaan Akhir dengan sistem sanitary landfill atau controlled landfill dumping menggantikan sistem open dumping berjalan selama ini.

Program ini selaras dengan kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup tentang pengelolaan sampah ramah lingkungan.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan lebih bersih, tetapi juga membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat Mimika melalui pemanfaatan sampah berkelanjutan. (*/)