BONGKAR MUAT – Aktivitas bongkar muat beras di gudang Bulog Timika, Papua Tengah, Jumat (8/8/2025). (ANTARA/Evarianus Supar)

TIMIKAEXPRESS.id – Persediaan beras di gudang Perum Bulog Cabang Timika, Papua Tengah, dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lima bulan ke depan.

Kepala Kantor Cabang Bulog Timika, Dedy Wahyudi, Jumat (8/8), mengatakan stok beras medium yang tersedia mencapai 2.460 ton, sedangkan beras premium sebanyak 25 ton.

“Stok beras medium untuk penyaluran golongan anggaran, ASN, TNI/Polri, dan penugasan pemerintah mampu bertahan sekitar empat sampai lima bulan,” ujar Dedy.

Bulog Timika setiap bulan menyalurkan 200–300 ton beras untuk TNI/Polri, ASN, dan penugasan pemerintah. Penyaluran dilakukan hingga pintu gudang, sementara distribusi ke pemerintah daerah dilakukan oleh Perusahaan Daerah Irian Bakti yang ditunjuk Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

Beras yang disalurkan Bulog Timika berasal dari produksi dalam negeri, terutama dari Merauke (Papua Selatan), Makassar (Sulawesi Selatan), dan Jawa Timur.

Selain melayani Kabupaten Mimika, Bulog Timika juga mendistribusikan beras ke Kabupaten Puncak, Kabupaten Yahukimo, dan Wamena di Provinsi Papua Pegunungan.

Saat ini Bulog Timika memiliki dua gudang dengan kapasitas total 2.000 ton.

Untuk menjaga ketahanan stok, pihaknya menyewa gudang tambahan di kawasan Bandara Mozes Kilangin dengan kapasitas hingga 2.000 ton.

“Kami sangat membutuhkan penambahan gudang. Usulan sudah disampaikan ke kantor pusat, tetapi belum disetujui,” kata Eddy.

Selain penugasan pemerintah, Bulog Timika juga menjual barang komersial seperti beras premium, gula pasir, dan minyak goreng.

Harga eceran tertinggi (HET) beras premium ditetapkan Rp15.800 per kilogram.

Stok gula pasir di gudang saat ini mencapai 13 ton dan minyak goreng sebanyak 15.000 liter.

Penyaluran barang komersial ini melibatkan sekitar 20 mitra Rumah Pangan Kita (RPK). (*/)