PELATIHAN — BPBD Mimika memberikan edukasi dan pelatihan kesiapsiagaan bencana kepada warga Kampung Hiripau, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Kamis (3/9/2026). (FOTO: YUDIT/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui Pelatihan Keluarga Tanggap Bencana Alam di Aula Kampung Hiripau, Distrik Mimika Timur, Kamis (3/9/2026).

Pelatihan tersebut bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi potensi bencana, seperti gempa bumi, longsor, dan abrasi.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Mimika Agustina Rahadad mengatakan kesiapsiagaan masyarakat menjadi penting karena waktu terjadinya bencana alam tidak dapat dipastikan.

“Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007, tujuan membentuk peraturan ini adalah melindungi masyarakat dari ancaman bencana serta menjamin penanggulangan yang terencana, terkoordinasi, dan menyeluruh,” kata Agustina.

Menurut dia, hingga kini belum ada alat yang dapat memastikan kapan bencana alam seperti gempa bumi, longsor, dan abrasi akan terjadi. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk merespons kondisi darurat secara cepat dan tepat.

“Sampai saat ini belum ada satu alat pun yang dapat mendeteksi kapan akan terjadi bencana, baik itu gempa bumi, longsor, maupun abrasi,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dan edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana, evaluasi, serta koordinasi dalam kondisi darurat.

Peserta juga diarahkan untuk tetap tenang dan mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.

“Saya mohon Bapak/Ibu mengikuti kegiatan ini dengan baik agar menjadi pengetahuan, edukasi, serta mampu melakukan koordinasi darurat yang cepat dan tepat serta bersikap benar saat situasi darurat,” kata Agustina.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Jayapura dan diikuti unsur pemerintah Kampung Hiripau serta perwakilan Distrik Mimika Timur.

BPBD Mimika berharap pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Kesiapsiagaan keluarga diharapkan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko dan dampak bencana.

Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat akan terus diperkuat untuk memastikan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. (*)