BATIK – Tampak Batik Wari yang batik khas Papua, hasil karya anak Orang Asli Papua (OAP) yang ditampilkan saat pameran pembangunan di halaman graha Eme Neme Yauware, Senin (21/10/2024). (FOTO: INDRI/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Berbagai motif batik khas Papua, hasil karya anak Orang Asli Papua (OAP) ditampilkan saat pameran pembangunan dan promosi daerah yang digelar oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mimika di halaman graha Eme Neme Yauware, Senin (21/10/2024).

Evi Yarona, salah satu pengrajin batik mengatakan, batik yang ia jual merupakan hasil karya dari ayahnya, yang merupakan seorang pensiunan dari PT Freeport Indonesia (PTFI)

“Batik ini, kami yang gambar motifnya, kemudian, hasil gambar itu kami bawa ke solo untuk dicetak,” ujar Evi.

Berbagai macam motif mulai dari panah dan tifa, daun sirih, dan pangkur sagu, semua motif menggambarkan karakteristik OAP

“Kami sudah berdiri sejak 2013, saat itu kami mendapatkan pelatihan dari Pemda, dan pasca pelatihan, kami berusaha untuk membuat batik khas Papua, dan kemudian berkembang sampai saat ini,”ucapnya

Harga setiap kain bervariasi, untuk kain katun Rp75 ribu permeter, sedangkan kain satin Rp85 ribu permeter.

“Puji Tuhan usaha kami ini masih terus berjalan, bahkan di Mimika kami sudah membuka dua toko, yang beralamat di Jalan Freeport, dan di Perumahan Pemda,” ungkapnya.

Batik hasil karyanya, diberi nama “Batik Wari”, yang merupakan bahasa daerah suku tanah merah Jayapura, yang artinya Hidup.(eno)