Petrus Pali Ambaa (FOTO: ELISA/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Bangunan pasar di Kelurahan Wonosari Jaya SP4 dan Pasar Mapurujaya di Mimika, Papua Tengah, yang dibangun sejak beberapa tahun lalu, hingga kini tidak difungsikan alias ‘mubazir’.

Tidak hanya itu, los pasar yang sempat di bangun di Kelurahan Kamoro Jaya SP1, Distrik Wania, pun akhirnya dibongkar lantaran tidak berfungsi.

Kondisi Pasar SP4, yang dibangun dan direhab beberapa waktu lalu, tentu memprihatinkan, sebab para pedagang tidak mau direlokasi ke pasar tersebut.

Para pedagang lebih memilih dan bertahan, meski berjualan di tepi jalan, tepatnya di perempatan SP1-SP4.

Pun begitu kondisi Pasar Mapurujaya.

Menjawab hal ini, Petrus Pali Ambaa, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, mengakui adanya bangunan pasar yang sampai saat ini tidak difungsikan.

Padahal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika telah menggelontorkan anggaran yang tidak sedikit, baik untuk membangun maupun rehab pasar.

Petrus mengatakan, Pasar SP4 itu sudah dibenahi dan direhab kembali berdasar usulan dari masyarakat setempat, tapi sayangnya setelah direhab, para pedagang tidak mau pindah berjualan di pasar.

“Kami secara persuasif sudah coba mengajak para pedagang, tapi mereka tidak mau, malah memilih berjualan di tepi jalan perempatan SP1-SP4,” ujarnya kepada Timika eXpress, Senin kemarin.

Tidak hanya itu, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Pemerintah Distik (Pemdis) maupun kelurahan, serta tokoh masyarakat setempat, namun tidak direspon baik oleh para pedagang.

Terkait permasalahan ini, Petrus kerapa ia disapa berharap adanya kolaborasi dari seua stakeholder, agar para pedagang mau memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun untuk digunakan dan difungsikan sebaik mungkin.

“Kami harap kerja sama sema pihak supaya bangunan yang menjadi aset pemerintah tidak mubazir,” tandasnya. (bob)