JUARA UMUM – Tim tanggap darurat PT Freeport Indonesia kembali meraih gelar juara umum pada ajang Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 di Garuda Rescue Nusantara, Balikpapan. (FOTO:IST/TIMEX)

BALIKPAPAN, timikaexpress.id – PT Freeport Indonesia kembali menorehkan prestasi dengan meraih juara umum Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 yang digelar di Garuda Rescue Nusantara, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Capaian tersebut sekaligus mempertahankan gelar juara umum yang diraih Freeport pada ajang serupa tahun sebelumnya.

Ketua Yayasan Garuda Rescue Nusantara, Adri Thanada, mengatakan seluruh rangkaian tantangan dalam IMERC 2026 disusun berdasarkan skenario kedaruratan yang pernah terjadi di industri pertambangan.

“Selama empat hari pelaksanaan, seluruh peserta mengikuti delapan challenge yang disusun berdasarkan skenario kedaruratan nyata di lapangan,” ujarnya di Balikpapan, Minggu.

Freeport tampil dominan pada sejumlah nomor utama, di antaranya Road Crash Rescue, Structural Fire Fighting, dan Under Water Rescue.

Ketiga nomor tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan perolehan juara karena menuntut ketepatan prosedur, kecepatan penanganan dan koordinasi tim dalam situasi berisiko tinggi.

Vice President Mining Safety Division Freeport, Eman Widijanto, mengatakan prestasi tersebut diraih ketika perusahaan masih berada dalam tahap pemulihan pascainsiden yang terjadi pada September tahun lalu.

Menurutnya, sekitar 11 kilometer terowongan masih tertutup lumpur akibat insiden tersebut.

Tujuh pekerja meninggal dunia dan kondisi operasional perusahaan saat ini baru mencapai sekitar 65 persen.

“Prestasi ini dicapai saat Freeport masih berjuang untuk bangkit,” katanya.

Posisi kedua ditempati Berau Coal, yang tampil kuat pada nomor Vertical Rescue dan Theory Test.

Sementara Cipta Kridatama (CK) berada di posisi ketiga setelah menunjukkan performa konsisten dalam sejumlah tantangan yang mengutamakan koordinasi dan kemampuan teknis.

Ketua Panitia Pengarah IMERC 2026, dr. David Winowatan, mengatakan salah satu tantangan yang menarik perhatian peserta adalah Vertical Rescue.

Skenario tersebut dirancang berdasarkan kejadian nyata, termasuk penyelamatan korban yang jatuh di medan terjal.

“Kita memang usahakan skenario kejadian dari peristiwa nyata,” katanya.

Selain peserta dalam negeri, IMERC 2026 juga diikuti tim tamu dari Australia, Northern Star Resources.

Tim tersebut meraih juara harapan pada nomor Road Crash Rescue dan Confined Space Rescue.

Menurut panitia, keikutsertaan tim internasional memberikan pengalaman dan memperluas pertukaran pengetahuan dalam penanganan keadaan darurat pertambangan.

Selain kompetisi, IMERC 2026 juga dirangkai dengan Incident Management Training (IMT) yang diikuti 140 peserta dari berbagai perusahaan.

Pelatihan tersebut menghadirkan instruktur dari Australia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang tanggap darurat.

Panitia berharap IMERC tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah berbagi pengalaman, memperkuat kompetensi tim penyelamat, serta memperluas kerja sama internasional dalam menghadapi berbagai situasi kedaruratan di sektor pertambangan. (*)