Onna Bunga (FOTO: Gren/TimeX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Petugas Puskesmas (PKM) Mapurujaya mencatat sudah ada empat pasien penderita penyakit TBC meninggal dunia dari kumulatif 72 kasus yang ditangani sepanjang tahun 2022 hingga September 2023.

Pihak PKM Mapurujaya pun mencatat dominasi pasien TBC di Mapurujaya adalah warga RT 01, Kelurahan Wania, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Onna Bunga, Kepala PKM Mapurujaya kepada Timika eXpress di ruang kerjanya, Jumat (22/9), mengatakan jumlah 72 pasien tersebut sudah terdaftar.

Dimana, ada 61 pasien masih dalam pemantauan dan pengobatan TBC oleh petugas PKM Mapurujaya.

Sementara 11 pasien lainnya yang terkonfirmasi dari hasil sweeping dan investigasi yang diikuti dengan pemberian obat secara langsung, diketahui 5 diantaranya putus obat (DO) atau tidak tuntas minum obar, 4 pasien meninggal dunia lantaran menolak minum obat, dan dua pasien terkonfirmasi pindah alamat tempat tinggal.

“Kalau lima pasien yang putus obat itu semuanya tinggal di daerah Poumako. Ini karena mereka alami kendala transportasi saat mau berobat ke Puskesmas. Apalagi obat yang dikonsumsi ada efek samping, yakni menyebabkan pusing dan mual sehingga para pasien tersebut memilih berhenti minum obat,” ujarnya.

Menyikapi kendala yang dihadapi pasien, maka khusus pelayanan bagi pasien TBC, pihak PKM Mapurjaya sedang melakukan  perubahan dan inovasi pelayanan.

“Kalau sebelumnya pasien TBC bisa datang langsung ke Puskesmas untuk berobat, tapi kami sudah rubah metode pelayanan selama dua bulan terakhir, yaitu petugas TBC yang langsung ke alamat pasien untuk layani pengobatan, karena kendala-kendala yang dihadapi pasien,” ungkapnya.

Dengan mengubah dan mendekatkan pelayanan, kata Onna, kini pasien TBC yang masih mengkonsumsi obat tetap dalam pantauan petugas selama 3 bulan masa pengobatan.

“Kami pastikan pasien minum obat secara teratur tanpa putus pasti sembuh. Tapi kalau putus minum obat, maka dilakukan pengobatan lanjut selama enam bulan ke depan,” jelasnya.

Menurut Onna,  resiko kematian akibat TBC sangat tinggi, sebab TBC dapat menyerang paru-paru dan organ tubuh lainnya.

Selain itu, penyakit TBC mudah menular dan dapat menggerogoti paru-paru.

“Makanya, bila pasien TBC patuh minum obat, maka bisa sembuh dalam jangka waktu tiga bulan, tapi kalau tidak bisa berakibat fatal, yaitu berujung kematina,” demikian Onna. (glt)