TANDA TANGAN – Eltinus Omaleng, Bupati Mimika didampingi Reynold Ubra Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika dan serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya saat menandatangani prasasti dalam peresmian Rumah Sakit Waa Banti, Jumat (15/9). (FOTO:YOSEF/TIMEX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Setelah beroperasi beberapa waktu, Rumah Sakit Waa Banti akhirnya diresmikan oleh Eltinus Omaleng, Bupati Mimika pada Jumat (15/9).

Bagi masyarakat Kampung Waa Banti, Distrik Tembagapura, peresmian itu sangat spesial karena dilakukan Eltinus Omaleng yang notabene adalah anak asli Waa Banti.

Ribuan masyarakat sangat antusias menunggu rombongan Bupati Mimika di jalan menuju RS Waa Banti, bahkan bus yang ditumpangi bupati harus berhenti jauh dari RS, karena masyarakat meminta Bupati turun dan menyapa mereka dan berjalan bersama menuju RS Waa Banti.

Dalam peresmian tersebut, Eltinus Omaleng, Bupati Mimika hadir bersama dengan Robert Mayaut, Plt Sekretaris Daerah Mimika, dr. Silwanus Sumule, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, jajaran Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika, serta staf ahli bupati.

RS Waa Banti yang diresmikan merupakan rumah sakit tipe D, yang menurut data sudah melayani sebanyak 486 pasien sejak Agustus lalu.

Eltinus Omaleng, Bupati Mimika dalam sambutannya mengatakan, RS Waa Banti merupakan hasil perjuangannya. Saat itu dirinya meminta kepada pemerintah pusat untuk membangun sebuah fasilitas kesehatan memadai di kampung Waa Banti.

Lokasi yang menjadi RS Waa Banti merupakan bekas bangunan fasilitas kesehatan yang dahulu dibakar oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) beserta gedung sekolah yang berada disebelahnya.

“Saya sedih, kenapa (TPNPB) harus ganggu sekolah dan rumah sakit? Tidak yang lain? Sehingga saya menangis,” ungkapnya di depan masyarakat Kampung Waa Banti.

Ia juga menjelaskan, RS Waa Banti adalah perjuangannya melalui Kadinkes Reynold Ubra untuk memperjuangkan pembangunan RS melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Saya yang tanda tangan, itu dana saya yang berjuang untuk bangun Rumah sakit ini, siapa yang buat jalan (Aroanop-Waa Banti) itu saya juga yang berjuang bukan dari APBD tetapi dari pusat sana. Rumah sakit mewah ini saya yang berjuang,” jelasnya.

Dirinya juga berpesan kepada masyarakat untuk menggunakan fasilitas rumah sakit bersama-sama, sebab rumah sakit itu bukan milik satu kelompok tertentu saja.

“Kalau sudah resmi rumah sakit jangan bilang saya punya ko punya, tidak boleh, itu rumah sakit untuk kalian,” ungkapnya.

Selain itu, Pemkab Mimika juga berencana membangun rumah sakit serupa di Angongin, Distrik Tembagapura mirip rumah sakit tipe C.

Ia juga berterima kasih kepada PT Freeport Indonesia yang membantu pembangunan RS Waa Banti.

Ia meminta dengan tegas agar masyarakat menjaga RS yang telah dibangun agar tidak lagi terjadi pembakaran seperti dulu.

“Jangan sampai terjadi seperti kemarin, jadi kita yang masyarakat ini harus bekerjasama dengan TNI-Polri, jadi jangan sampai orang tidak bertanggungjawab ganggu rumah sakit dan sekolah kita, ” tutupnya.

Sementara itu, dr Silwanus Sumule, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah mengatakan, dari 14 rumah sakit di Papua Tengah, RS Waa Banti merupakan rumah sakit tipe D paling terbaik.

Lanjutnya, fasilitas layanan kesehatan ini memiliki gedung, peralatan dan SDM yang luar biasa. Tinggal dikejar akreditasi dan itu akan diproses dalam tiga bulan ke depan dengan harapan bisa mendapat predikat paripurna.

Selanjutnya, Nathan Kum, Senior Vice President Community Development PT Freeport Indonesia menjelaskan, keterlibatan PTFI tidak hanya dalam proses pembangunan, PTFI juga akan mendukung operasional rumah sakit tersebut dengan menyediakan satu ambulance, akomodasi sementara bagi para tenaga kesehatan, bantuan makan sementara, satu unit Light Vahicle (LV) untuk mobilisasi, bantuan bahan bakar untuk genset dan LV, transportasi untuk tenaga kesehatan dan logistik rute Timika – Banti – Timika, jalur komunikasi, pengelolaan limbah medis, perawatan LV dan Genset, serta dukungan dari RS Freeport Tembagapura.

Apresiasi diresmikannya RS Waa Banti juga  disampaikan Anius Uwamang, tokoh masyarakat yang menyampaikan terima kasih kepada Bupati Eltinus Omaleng yang telah membangun rumah sakit untuk masyarakat.

Apresiasi serupa juga disampaikan tokoh masyarakat lainnya Jenes Natkime yang menyebut adanya rumah sakit Waa Banti akan sangat membantu masyarakat dan itu juga adalah simbol dari kebangkitan Waa Banti.

RS Waa Banti adalah rumah sakit tipe D yang dibangun Pemkab Mimika melalui Dinas Kesehatan. Gedung yang terdiri dari dua lantai dengan konstruksi beton itu berdiri megah di cela pegunungan Tembagapura. Bahkan memiliki lift sebagai akses membawa pasien dari lantai 1 ke lantai 2.

RS Waa Banti memiliki sejumlah layanan mulai dari unit gawat darurat, kamar operasi dan sejumlah layanan lainnya. RS Waa Banti dibangun oleh pemerintah daerah Kabupaten Mimika dengan total anggaran sekitar Rp60 miliar rupiah. Anggaran sepenuhnya disediakan oleh pemerintah, namun PTFI juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembangunan rumah sakit tersebut.

PTFI mendukung transportasi material dan pergerakan tenaga kerja, penyediaan material tertentu, air bersih, genset listrik, peralatan konstruksi, dukungan teknis, dan 1 (satu) unit ambulans. Total dukungan PTFI selama tahap konstruksi sekitar Rp5 miliar rupiah. (acm)