Willem Wandik Bupati Kabupaten Puncak (FOTO: Astrid/TimeX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Dua distrik di Kabupaten Puncak, yakni Distrik Agandugume dan Lambewi, dilanda kelaparan. Salah satu penyebabnya lantaran 6 bulan terakhir tidak ada penerbangan ke wilayah tersebut, disamping bencana kekeringan dan embun es yang melanda wilayah itu.

Akibatnya pasokan logistik terhambat, sehingga menyebabkan enam orang meninggal belum lama ini.

Hal ini disampaikan Willem Wandik, Bupati Kabupaten Puncak, kepada wartawan Kamis (3/8).

Kata dia, tidak adanya penerbangan belakangn ini dikarenakan berbagai problem salah satunya keamanan dan dampaknya sangat disarasakan oleh masyarakat.

“Ini karena sempat terjadi penutupan penerbangan sehingga tidak ada logistik yang masuk dan ketika ada terjadi bencana seperti ini kita tidak bisa antisipasi,” katanya.

Menurut dia, Pemda Puncak sudah mengalokasikan anggaran bencana kekeringan sebesar Rp1 miliar hingga Rp 2 miliar, untuk dua distrik ini. Hanya saja tidak bisa melakukan penanganan secara maksimal, dikarenakan kendala transportasi.

“Distrik itu memang rawan bencana, sehingga biasa kita sudah antisipasi tapi karena tidak adanya penerbangan sehingga pemerintah kesulitan,” ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan, untuk enam orang yang meninggal itu diakibatkan kelaparan karena kekeringan lalu tidak ada stok bahan makanan sehingga, memakan makanan yang sudah terkena embun es beracun.

Dirinya berharap bantuan yang masuk ada sebanyak 500 ton dari  pemerintah pusat dan daerah membuka posko di Mimika untuk dapat mendistribusikan bantuan ini segera ke masyarakat yang ada di Puncak.

Lanjutnya, kabar baiknya bahwa dalam beberapa minggu ini masyarakat sudah mulai membaik, dan pihaknya terus berupaya menyalurkan bantuan yang diberikan baik Panglima TNI, Presiden, Kemensos, BPBD, Kapolri, Kapolda Papua dan semua pihak.

“Kami sangat berterimakasih dan berharap semua bantuan bisa disalurkan mengingat dampak ini akan berjalan bisa sampai Desember atau Januari,” ungkapnya. (ine)