FOTO BERSAMA– Onna Bunga, Kepala Puskesmas Mapurujaya foto bersama para kader Posynadu usai kegiatan pelatihan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Ibu Hamil (Bumil) Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan gizi kurang di Mimika Timur pada Rabu (26/7). (FOTO: Gren/TimeX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Pihak Puskesmas (PKM) Mapurujaya menggelar pelatihan bagi tim Pemberian Makanan Tambahan (PMT) khusus ibu hamil (Bumil) KEK dan gizi kurang di Distrik Mimika Timur.

Gelar pelatihan di ruang rapat PKM Mapurujaya pada Rabu (26/7) lantaran angka kasus stunting (gagal tumbuh pada anak) dan ibu hamil terkonfimasi Kekurangan Energi Kronis (KEK) terus meningkat hingga mencapai 262 kasus.

Berdasarkan rekapitulasi data PKM Mapurujaya  sejak Januari hingga Juli 2023, dari 262 kasus tersebut, stunting tercatat sebanyak 212 kasus dan Bumil KEK di Distrik Mimika Timur terdata 50 orang.

Fauzan Aditya Sambe selaku Penanggung Jawab Gizi pada PKM Mapurujaya pada pelatihan itu, merincikan sejak Januari hingga Juli 2023, pihaknya telah menimbang dan melakukan pemeriksaan 606 Balita di Mimika Timur, dan 212 diantaranya menderita stunting.

Adapun 212 Balita terkonfirmasi stunting, meliputi 57 Balita berpostur sangat pendek, pendek 156, dan normal 393.

Selain stunting, PKM mapurujaya juga mencatat 19 anak menderita gizi buruk, dan 37 anak gizi kurang.

Sementara itu, dari 129 ibu hamil yang diperiksa di Mimika Timur, 50 diantaranya terkonfirmasi KEK.

Adapun perbandingan dari Tahun 2022 lalu, PKM Mapurujaya melakukan timbang dan pemeriksaan terhadap 990 Balita, dimana 242 atau 23,9 persen terkonfirmasi stunting.

Sedangkan ibu hamil yang dipiriksa sebanyak 132 orang, dimana 32 diantaranya terkonfirmasi KEK.

Lebih lanjut kata Fauzan Aditya Sambe, pihaknya pun memberi pelatihan bagi tim PMT dalam mengolah pangan lokal seperti daun kelor, udang, ikan dan jagung terhadap perbaikan nutrizi bagi ibu hamil yang menderita KEK, juga Balita gizi kurang di Mimika Timur.

“Kami berikan pelatihan PMT kepada ibu hamil KEK agar bisa memperbaiki nutrisi sehingga tidak melahirkan bayi stunting. Ke depan kami akan bekerjasama dengan pihak ketiga,  yaitu UMKM kesehatan untuk memberikan asupan nutrisi gizi selama 90 hari ke depan bagi Balita stunting dan dan ibu hamil KEK.  Untuk ibu hamil KEK akan diberikan makan sesuai kebutuhan satu kali sehari, sedangkan Balita gizi kurang mendapatkan kudapan 6 hari selama dua minggu,” jelasnya.

Sementara itu, Laila Kadiwaru, SKM;,M.Kes, Staf Gizi pada Dinas Kesehatan Mimika, dalam penyajian materi, mengatakan stunting kini tinggal pencegahan dan penanganannya.

“Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan di bawah standar sebagaimana Perpres Nomor 72 Tahun 2021,” jelasnya.

Secara spesifik, kata Laila, stunting bisa diketahui dari berat badan yang kurang dari 2,5 kg, panjang badan kurang dari 47 cm, dan lingkar kepala kurang dari 31,5 cm.

“Jadi penyebab stunting karena kurangnya asupan gizi selama masa kehamilan, serta kurangnya pengetahuan ibu hamil terkait gizi dan lainnya. Untuk cegah stunting, kita harus penuhi kebutuhan gizi, dan ibu hamil harus mengikuti pola hidup sehat, termasuk kita harus menolak pernikahan usia dini,” tandasnya.

Selanjutnya, Bakri Athoriq, Kepala Distrik Mimika Timur dalam sambutannya sekaligus membuka pelatihan, mengatakan angka stunting dan ibu hamil KEK terus meningkat  di Mimika Timur dikarenakan minimnya perhatian dari aparatur kampung, termasuk alokasi anggarannya.

“Memang ada beberapa kampung yang sudah jalankan program penagaan stunting, namun belum maksimal,” serunya.

Ia menambahkan, minimnya pengetahuan masyarakat terhadap kebutuhan gizi Balita dan ibu hamil di Mimika Timur menyebabkan stunting dan ibu hamil KEK terus meningkat.

Ia berharap melalui kerja sama semua pihak di Mimika Timur, kasus stunting, ibu hamil KEK, kasus gizi kurang bisa diatasi.

Untuk diketahui, kegiatan pelatihan yang dibuka Bakri Athoriq, dihadiri Onna Bunga Kepala PKM Mapurujaya, Komandan Kompi Senapan A 575/GV Lettu Warno, Kapolsek KP3 Laut Poumako Ipda Wiklif S. Rumere, perwakilan Koramil 1710/07/Mapurujaya Peltu Monab, serta perwakilan Polsek Mimika Timur, serta para kader Posyandu di wilayah setempat. (glt)