RAWAT — Korban penganiayaan berat, Israel Kurnia Burdam alias IKB, saat menjalani perawatan di ruang ICU RSUD Mimika, Selasa (6/10/2026). (FOTO: IST/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id — Israel Kurnia Burdam alias IKB dilaporkan menjadi korban penganiayaan berat di dua lokasi berbeda di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 06.00 WIT.
Korban kini dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan di ruang ICU RSUD Mimika, Selasa (6/10/2026).
Ia disebut mengalami luka pada pelipis kiri dan jidat serta cedera serius pada kepala.
Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke SPKT Polres Mimika oleh istri korban, Monalisa Maryones Asaribab (22).
Laporan Polisi tercatat dengan nomor LP/B/1136/X/2026/SPKT/Polres Mimika/Polda Papua Tengah, tertanggal 4 Oktober 2026.
Keluarga korban meminta kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut dan mengamankan para terduga pelaku.
Jack Balubun, keluarga korban, mengatakan laporan telah dibuat sejak Minggu (4/10/2026).
Namun, menurut dia, hingga Selasa (6/10/2026) keluarga belum mendapat informasi mengenai perkembangan penanganan laporan tersebut.
“Korban penganiayaan ini limpanya pecah dan sedang kritis, serta tidak sadarkan diri di ruang ICU RSUD Mimika,” kata Jack kepada wartawan di Kantor Pelayanan Polres Mimika.
Menurut Jack, kejadian bermula ketika sekelompok pemuda diduga mengonsumsi minuman keras di Kompleks Timur.
Kemudian terjadi kesalahpahaman di antara mereka.
Korban, kata dia, membawa sepeda motor milik salah satu pihak ke Polres Mimika untuk diamankan sementara karena khawatir hilang.
Setelah melapor kepada anggota Provos Polres Mimika, korban diarahkan mengambil kartu tanda penduduk (KTP) di tempat kosnya di Jalan Bougenville.
Saat kembali menuju Polres Mimika melalui Jalan Ahmad Yani, korban disebut dipalang dan dianiaya sejumlah orang di depan Toko Risky.
“Para pelaku ini mengikuti korban, sehingga mereka palang dan melakukan penganiayaan terhadap korban di depan Toko Risky, Jalan Ahmad Yani,” ujarnya.
Jack mengatakan korban kemudian dibawa ke Kompleks Timur dan kembali dianiaya secara bergantian hingga mengalami luka pada bagian pelipis kiri dan jidat.
Warga sekitar kemudian mengevakuasi korban ke RSUD Mimika untuk mendapatkan perawatan medis.
Jack menyebut keluarga menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada kepolisian.
Namun, pihaknya berharap polisi segera mengambil langkah hukum karena kondisi korban kritis.
“Keluarga korban sudah mau buat aksi. Korban sedang kritis di RSUD Mimika karena dianiaya sekitar 20 orang, tetapi belum ada terduga pelaku yang diamankan,” katanya.
Keluarga juga telah mendatangi Polres Mimika di Mile 32 untuk menanyakan perkembangan laporan.
Jack berharap polisi segera mengidentifikasi dan mengamankan para terduga pelaku.
“Kami minta Polres Mimika segera tangkap para terduga pelaku, jangan sampai mereka kabur, karena korban sedang kritis,” pungkasnya. (via)








Tinggalkan Balasan