SERAHKAN – Ketua Yayasan Perkumpulan Bhakti Sosial Pintu Mas Surabaya, Vivian Fan, menyerahkan bantuan paket tas sekolah dan alat tulis kepada Kasatgas Bantuan Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Bambang Widiyatmoko, di Kantor Yayasan Perkumpulan Bhakti Sosial Pintu Mas Surabaya, Kamis (13/8/2026). (FOTO: IST/TIMEX)
SURABAYA, TimeX – Kepedulian terhadap pendidikan anak-anak Papua kembali diwujudkan melalui kolaborasi Yayasan Perkumpulan Bhakti Sosial Pintu Mas Surabaya dan Satgas Bantuan Operasi Damai Cartenz-2026.
Sebanyak 2.500 paket tas sekolah dan alat tulis diserahkan Yayasan Pintu Mas kepada Satgas Bantuan Operasi Damai Cartenz-2026 untuk selanjutnya didistribusikan kepada anak-anak yang membutuhkan di sejumlah wilayah Papua.
Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Yayasan Perkumpulan Bhakti Sosial Pintu Mas Surabaya, Kamis (13/8/2026).
Bantuan diserahkan Ketua Yayasan Perkumpulan Bhakti Sosial Pintu Mas Surabaya, Vivian Fan, dan diterima Kasatgas Bantuan Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Bambang Widiyatmoko, S.H., M.M., bersama personel terkait.
Bantuan tersebut terdiri atas tas sekolah dan alat tulis. Untuk perlengkapan alat tulis, pengiriman telah dilakukan dan saat ini dalam perjalanan menuju Timika untuk selanjutnya disalurkan kepada anak-anak penerima manfaat.
Kasatgas Bantuan Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Bambang Widiyatmoko, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak Papua.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak di Papua. Untuk bantuan alat tulis, pengiriman telah dilakukan dan saat ini dalam proses menuju Timika untuk selanjutnya didistribusikan kepada anak-anak penerima manfaat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Perkumpulan Bhakti Sosial Pintu Mas Surabaya, Vivian Fan, berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus menambah semangat anak-anak Papua dalam mengikuti kegiatan belajar.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak dalam menunjang kegiatan belajar mereka. Semoga tas dan alat tulis ini dapat digunakan dengan baik dan memberikan semangat kepada anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita,” katanya.
Yayasan Pintu Mas juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang turut mendukung proses penyaluran bantuan tersebut kepada anak-anak di Papua.
Mantan Ketua Yayasan Perkumpulan Bhakti Sosial Pintu Mas Surabaya periode 2015–2025, Ridwan, mengatakan dukungan terhadap pendidikan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kepedulian, termasuk membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak dalam menunjang kegiatan belajar mereka. Kami juga mendoakan seluruh personel Polri yang menjalankan tugas di Papua selalu diberikan kekuatan dan kesehatan sampai dengan berakhirnya masa tugas,” ujarnya.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pintu Mas Surabaya atas kepedulian terhadap pendidikan anak-anak Papua.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Yayasan Pintu Mas Surabaya yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak Papua. Bantuan ini akan kami dukung proses penyalurannya agar dapat diterima oleh anak-anak yang membutuhkan dan memberikan manfaat secara langsung,” katanya.
Menurut Faizal, dukungan terhadap pendidikan bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan perlengkapan sekolah, tetapi juga menunjukkan kepedulian bersama terhadap masa depan generasi muda Papua.
“Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat dapat dilakukan bersama. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita,” ungkapnya.
Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan oleh Satgas Bantuan Operasi Damai Cartenz-2026 kepada anak-anak yang membutuhkan di wilayah Papua.
Diharapkan, bantuan itu tidak hanya memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan bagi anak-anak Papua untuk terus belajar serta menggapai cita-cita. (via)













Tinggalkan Balasan