KOLABORASI – Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama SCOPI memperkuat pemberdayaan petani kopi melalui penerapan budidaya dan pascapanen berkelanjutan di Papua Tengah. (FOTO:IST/HUMAS PEMPROV PAPUA TENGAH)

NABIRE, timikaexpress.id – Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) memperkuat pemberdayaan petani kopi melalui penerapan budidaya berkelanjutan atau Good Agricultural Practices (GAP), pengelolaan pascapanen, serta pengembangan ekosistem kopi dari hulu hingga hilir.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemprov Papua Tengah dan SCOPI tentang pemberdayaan petani dan pelatih utama kopi melalui penerapan budidaya serta pascapanen berkelanjutan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Tengah, Dr. H. Tumiran, S.Sos., M.AP., mengatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mengembangkan komoditas kopi sebagai salah satu potensi perkebunan Papua Tengah.

Menurutnya, pengembangan kopi tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi harus diikuti peningkatan kualitas, kapasitas petani, nilai tambah, serta kesejahteraan masyarakat.

Melalui kerja sama tersebut, petani dan pelatih utama kopi akan diperkuat kapasitasnya dalam menerapkan praktik budidaya yang baik, mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan hingga penanganan pascapanen.

Pemprov Papua Tengah juga mendorong pengembangan ekosistem kopi secara terintegrasi dengan melibatkan pemerintah kabupaten, kelompok tani, pelaku usaha, lembaga pendamping, akademisi, dan mitra pembangunan.

“Petani harus ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar penerima bantuan. Karena itu, peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kelembagaan petani menjadi bagian penting dalam pengembangan kopi Papua Tengah,” demikian penekanan dalam program tersebut.

Dengan penguatan kapasitas petani, penerapan standar budidaya berkelanjutan dan peningkatan mutu pascapanen, kopi Papua Tengah diharapkan memiliki kualitas dan daya saing yang lebih tinggi.

Potensi tersebut dinilai dapat membuka peluang pasar yang lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga internasional.

Pemprov Papua Tengah berharap kerja sama dengan SCOPI menjadi fondasi dalam melahirkan petani kopi yang semakin terampil, pelatih utama yang kompeten, perkebunan yang produktif dan ramah lingkungan, serta produk kopi Papua Tengah yang memiliki identitas dan nilai ekonomi.

Pengembangan kopi juga diharapkan memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian masyarakat sekaligus mendukung pembangunan Papua Tengah yang berkelanjutan.

Kopi Papua Tengah bukan sekadar komoditas, tetapi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ekonomi masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan. (*)