DOA BERSAMA – Sejumlah anggota APELCAMI menyalakan lilin saat aksi mengenang tujuh tahun wafatnya Uskup Pertama Keuskupan Timika, Mgr. John Philip Saklil, di Bundaran Timika Indah, Selasa (4/8/2026) malam. FOTO: ISTIMEWA)
MIMIKA, timikaexpress.id – Ratusan lilin menyala di Bundaran Timika Indah, Kabupaten Mimika, Selasa (4/8/2026) malam, dalam aksi mengenang tujuh tahun wafatnya Uskup Pertama Keuskupan Timika, Mendiang Mgr. John Philip Saklil.
Aksi yang digelar Asosiasi Pencari Kerja Lokal Cartensz Mimika-Papua (APELCAMI) mengusung tema “Tungku Api Tetap Menyala”, sebagai simbol menjaga semangat kasih, persaudaraan, persatuan, dan kepedulian sosial yang diwariskan Mgr. John Philip Saklil.
Ketua APELCAMI, Geelvin Kaviar, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momen mengenang sosok Mgr. John Saklil, tetapi juga wadah refleksi bagi generasi muda dan para pencari kerja lokal di Mimika.
“Kami ingin semangat Mgr. John Philip Saklil tetap hidup di tengah masyarakat. Sebagai gembala umat, Ia selalu mengajarkan kasih, persaudaraan, dan perhatian kepada orang kecil. Karena itu, tungku api itu jangan sampai padam,” ujarnya.
Geelvin menyebut APELCAMI saat ini menghimpun sekitar 6.000 pencari kerja lokal.
Melalui aksi ini, pihaknya berharap pemerintah dan dunia usaha lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal, khususnya Orang Asli Papua.
Selain menyalakan lilin, peserta juga mengheningkan cipta dan memanjatkan doa bersama untuk perdamaian Papua, juga bagi para pencari kerja yang masih menantikan kesempatan memperoleh pekerjaan.
Di penghujung kegiatan, nyala lilin yang memenuhi Bundaran Timika Indah menjadi simbol harapan agar nilai-nilai kasih, persaudaraan, keadilan, dan kepedulian sosial terus hidup di Tanah Papua.
“Tungku api itu harus tetap menyala, bukan hanya di tangan kami, tetapi juga di hati semua orang yang mencintai Papua,” tutup Geelvin. (via)














Tinggalkan Balasan