MENGENANG PERJALANAN – Alex Rumbiak, ayahanda Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, mengisahkan perjalanan putranya yang ditempa melalui dunia tinju sejak usia empat tahun. (FOTO: GREN/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Jabatan Kapolres Mimika yang kini diemban AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., M.Tr.Mil., bukanlah capaian yang diraih dalam waktu singkat.

Di balik seragam kepolisian yang dikenakannya hari ini, tersimpan perjalanan panjang yang ditempa sejak usia kanak-kanak melalui dunia olahraga tinju.

Bagi sang ayah, Alex Rumbiak (68), keberhasilan putra sulungnya bukan semata karena kecerdasan akademik, melainkan hasil dari pembentukan karakter yang dimulai sejak Alredo berusia empat tahun.

Di sela penyambutan Kapolres Mimika di Mapolres Mimika, Mile 32, Selasa (14/7/2026), Alex mengenang bagaimana dirinya memperkenalkan tinju kepada sang anak pada 1987.

Saat itu, ia tidak pernah membayangkan latihan yang dijalani setiap hari akan menjadi fondasi yang mengantar putranya hingga memimpin institusi kepolisian di Mimika.

“Anak saya ini sejak kecil saya didik melalui olahraga tinju. Dari situlah dia belajar disiplin, menghargai waktu, dan tidak mudah menyerah,” ujar Alex.

Alex yang kini dikenal sebagai pelatih tinju di Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, mengatakan tinju bukan sekadar olahraga untuk mengejar prestasi. Baginya, setiap sesi latihan adalah proses membangun karakter.

Disiplin datang tepat waktu, berani menghadapi tekanan, menghormati pelatih dan lawan, serta bangkit setelah mengalami kekalahan menjadi nilai-nilai yang terus ditanamkan kepada putranya sejak kecil.

Perjalanan itu terus berlanjut ketika Alredo menempuh pendidikan dasar hingga sekolah menengah.

Kebiasaan berlatih dan bertanding membuatnya terbiasa hidup dengan target dan tanggung jawab.

“Mulai SD, SMP, SMA, sampai masuk Akademi Kepolisian, semuanya berawal dari tinju. Memang cita-citanya dulu menjadi petinju,” ungkap Alex.

Menurutnya, pengalaman sebagai atlet justru menjadi modal penting ketika Alredo mengikuti seleksi Akademi Kepolisian.

Ketahanan fisik, mental bertanding, serta kemampuan mengendalikan emosi menjadi keunggulan yang terbentuk dari latihan bertahun-tahun.

Bagi Alex, olahraga telah membuka jalan bagi putranya untuk mengembangkan potensi di bidang lain.

Ring tinju menjadi ruang pertama yang mengajarkan arti kerja keras, sementara dunia kepolisian menjadi tempat pengabdian yang kini dijalani Alredo.

Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan olahraga sejak usia dini tidak hanya melahirkan atlet, tetapi juga mampu membentuk pemimpin yang memiliki disiplin, integritas, dan daya juang.

Alex berharap pengalaman putranya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua agar tidak ragu menekuni olahraga maupun bidang lain yang mereka cintai.

Menurutnya, setiap proses yang dijalani dengan kesungguhan dapat menjadi jalan menuju masa depan yang lebih baik.

“Bakat harus dibarengi disiplin dan kerja keras. Kalau itu dijaga, saya percaya anak-anak Papua juga bisa meraih cita-cita setinggi apa pun,” pungkasnya. (*)

Penulis: Gren Telaubun
Editor: Maurits SDP