Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Papua Mimika, Andhika Catur Putra. (FOTO: GREN/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat komitmennya dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja dan keluarganya.

Salah satunya melalui penyaluran manfaat beasiswa Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi anak-anak peserta.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, sebanyak 111 anak peserta BPJS Ketenagakerjaan di Provinsi Papua Tengah menerima manfaat beasiswa dengan total nilai Rp351,5 juta.

Program tersebut menjadi bentuk perlindungan berkelanjutan bagi keluarga peserta, sekaligus memastikan pendidikan anak tetap dapat berlangsung meski orang tua mengalami risiko kerja atau meninggal dunia.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Papua Mimika, Andhika Catur Putra, mengatakan manfaat beasiswa merupakan salah satu program yang memberikan dampak langsung bagi keluarga peserta.

“BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan perlindungan ketika peserta mengalami risiko kerja maupun meninggal dunia, tetapi juga memastikan masa depan pendidikan anak-anak peserta tetap terjaga.

Beasiswa ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga sehingga anak-anak dapat terus melanjutkan pendidikan dan meraih cita-citanya,” ujarnya.

Dari total penerima manfaat tersebut, 37 siswa jenjang SD menerima beasiswa senilai Rp58,5 juta, 30 siswa SMP memperoleh Rp62 juta, 33 siswa SMA menerima Rp99 juta, sedangkan 11 mahasiswa mendapatkan manfaat sebesar Rp132 juta.

Menurut Andhika, bantuan pendidikan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus membuka kesempatan bagi anak-anak peserta untuk menyelesaikan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

Ia juga mengajak seluruh pemberi kerja dan pekerja di Papua Tengah untuk memastikan kepesertaan dalam BPJS Ketenagakerjaan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas.

“Semakin banyak pekerja yang terlindungi, semakin banyak pula keluarga yang memperoleh kepastian dan ketenangan ketika menghadapi risiko. Kami ingin memastikan masa depan pendidikan anak-anak peserta tetap terjaga sebagai investasi bagi generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (via)