FOTO BERSAMA – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, berfoto bersama peserta usai membuka Rapat Koordinasi Lintas Sektoral OPD Pengampu Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Mimika di Hotel Horison Diana, Rabu (8/7/2026). (FOTO: Mega Irianti/TimeX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Pemerintah Kabupaten Mimika terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting setelah menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas kinerja dalam penanganan stunting.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pengampu Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Mimika yang digelar di Hotel Horison Diana, Rabu (8/7/2026).

Rapat dibuka Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan menurunkan angka stunting hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Menurut Emanuel, stunting bukan semata persoalan kesehatan, tetapi berkaitan erat dengan kemiskinan, pemenuhan gizi keluarga, layanan kesehatan, penyediaan air bersih dan sanitasi, ketahanan pangan, pendidikan, perlindungan sosial, hingga perubahan perilaku masyarakat.

“Percepatan penurunan stunting tidak mungkin dilaksanakan oleh satu perangkat daerah atau satu pihak saja. Upaya ini membutuhkan kolaborasi yang kuat, sinergi yang berkelanjutan, serta komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembentukan dan penguatan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) bertujuan memastikan seluruh intervensi, baik spesifik maupun sensitif, dapat direncanakan, dilaksanakan, dipantau, dan dievaluasi secara terpadu.

Karena itu, Emanuel meminta seluruh perangkat daerah menjadikan Surat Keputusan TPPS sebagai pedoman dalam menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing sehingga program yang dilaksanakan saling mendukung dan tidak tumpang tindih.

Selain itu, ia menekankan pentingnya data yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi sebagai dasar penyusunan kebijakan, penentuan sasaran intervensi, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi.

Emanuel juga meminta seluruh OPD mengintegrasikan program percepatan penurunan stunting ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan program.

Menurutnya, keberhasilan penanganan stunting tidak hanya diukur dari menurunnya angka prevalensi, tetapi juga meningkatnya kualitas pelayanan kepada masyarakat, semakin luasnya cakupan intervensi bagi kelompok sasaran, kualitas pendampingan keluarga berisiko stunting, serta semakin kuatnya koordinasi antarlembaga.

Pada kesempatan itu, Emanuel mengungkapkan Kabupaten Mimika baru saja menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri atas capaian dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting.

Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat kolaborasi.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Mimika merupakan salah satu daerah yang serius dalam upaya percepatan penurunan stunting. Prestasi ini harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus memperkuat kolaborasi demi mewujudkan generasi Mimika yang sehat, cerdas, produktif, dan unggul,” kata Emanuel.

Rapat koordinasi tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi lintas sektor sehingga seluruh program percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Kabupaten Mimika. (*)

Penulis: Mega Irianti
Editor: Maurits SDP