Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs (FOTO:MEGA/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Dasar Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan dinas tersebut.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pengadaan sekaligus menyiapkan calon pejabat pengadaan yang kompeten.

Bimtek yang berlangsung di Hotel Horison Diana, Timika, Rabu (8/7/2026), diikuti ASN internal Dinas Kesehatan.

Para peserta dibekali pemahaman mengenai regulasi, tahapan pengadaan, penyusunan dokumen kerja, hingga tugas dan tanggung jawab pejabat pengadaan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah strategis untuk mengatasi keterbatasan tenaga pengadaan barang dan jasa yang hingga kini masih dihadapi banyak organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurutnya, setiap OPD idealnya memiliki pejabat pengadaan sendiri agar proses pengadaan dapat berjalan lebih efektif tanpa harus bergantung pada tenaga dari instansi lain.

“Tujuan utama kami adalah memberikan pemahaman dasar kepada ASN mengenai pengadaan barang dan jasa. Harapannya mereka memiliki bekal apabila nantinya ingin mengikuti sertifikasi PBJ Level 1,” ujar Godfried.

Ia menjelaskan, Bimtek tersebut bukan merupakan pelatihan sertifikasi, melainkan pembekalan awal bagi ASN yang berminat mengembangkan kompetensi di bidang pengadaan.

Keputusan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan, ujian, hingga memperoleh Sertifikat PBJ Level 1, kata dia, sepenuhnya menjadi pilihan masing-masing peserta.

“Selama ini kalau tenaga pengadaan kurang, kami harus meminjam dari OPD lain. Karena itu kami mulai mempersiapkan SDM sendiri agar ke depan kebutuhan tersebut dapat dipenuhi secara mandiri,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mendapat materi mengenai penyusunan kertas kerja serta penerapan regulasi pemerintah dalam proses pengadaan barang dan jasa.

Godfried menilai, meskipun tidak semua peserta nantinya melanjutkan hingga memperoleh sertifikasi, pengetahuan yang diperoleh tetap akan bermanfaat untuk mendukung pelaksanaan pengadaan di lingkungan Dinas Kesehatan.

Ia mengungkapkan, sebelumnya Dinas Kesehatan Mimika telah memiliki enam ASN yang berhasil lulus Sertifikasi PBJ Level 1 melalui lembaga resmi di Makassar.

Seluruh biaya pendidikan, perjalanan, akomodasi, hingga ujian saat itu ditanggung secara mandiri oleh para peserta.

“Yang terpenting, kami telah membuka kesempatan bagi ASN untuk meningkatkan kompetensinya. Semoga ke depan semakin banyak pejabat pengadaan yang lahir dari Dinas Kesehatan sehingga mampu mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan pelayanan publik yang semakin optimal,” pungkasnya. (*)

Penulis: Mega Irianti
Editor: Maurits SDP