MIMBAR BEBAS – Sejumlah aktivis dan masyarakat menggelar aksi mimbar bebas bertajuk “Darurat Militer dan Kemanusiaan di Papua” di Bundaran Petrosea, Timika, Minggu (6/7/2026). (Foto: Mega Irianti/TimeX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Sejumlah massa menggelar aksi mimbar bebas bertajuk “Darurat Militer dan Kemanusiaan di Papua” di Bundaran Petrosea, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Minggu (5/7/2026).
Dalam aksi tersebut, peserta menyampaikan sejumlah aspirasi terkait situasi kemanusiaan di Papua serta kebijakan pemerintah di wilayah tersebut.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.26 WIT itu diikuti oleh sejumlah aktivis dan masyarakat.
Secara bergantian, peserta menyampaikan pandangan mereka melalui orasi terbuka di hadapan massa aksi.
Koordinator Lapangan (Korlap), Marsel, mengatakan aksi tersebut digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait kondisi kemanusiaan di Papua.
Dalam orasinya, ia meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan pengamanan di wilayah pegunungan Papua.
“Kami minta agar seluruh aparat militer yang berada di wilayah pegunungan Papua ditarik. Kami juga minta agar Papua diberikan kebebasan menentukan masa depannya,” ujarnya.
Selain menyuarakan isu penarikan aparat militer, massa juga menyampaikan tuntutan terkait operasional PT Freeport Indonesia.
Tuntutan tersebut disampaikan sebagai bagian dari aspirasi politik yang dibawa dalam aksi mimbar bebas.
Selama kegiatan berlangsung, aparat keamanan melakukan pengamanan di sekitar lokasi aksi.
Situasi tetap berjalan aman, tertib, dan kondusif hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir. (meg)















Tinggalkan Balasan