EVAKUASI – Korban penembakan di Distrik Dekai, Yahukimo, saat dievakuasi untuk mendapatkan perawatan intensif di Jayapura, Senin (27/4/2026). Aparat gabungan langsung bergerak cepat melakukan pengamanan dan memburu pelaku yang diduga dari kelompok bersenjata. (FOTO:ISTIMEWA)
YAHUKIMO, timikaexpress.id – Insiden penembakan terhadap warga sipil di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, kembali menyoroti persoalan keamanan di wilayah Papua Pegunungan yang belum sepenuhnya terkendali.
Korban berinisial RK (29) mengalami luka serius setelah ditembak saat beraktivitas pada Senin (27/4/2026) siang.
Ia kini menjalani perawatan intensif di Jayapura setelah sempat dievakuasi oleh aparat gabungan.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kekerasan bersenjata yang menyasar warga sipil.
Meski aparat menyebut telah melakukan langkah cepat, termasuk olah TKP, pemeriksaan saksi, hingga pengejaran pelaku, insiden serupa masih terus berulang.
Pertanyaan publik pun kembali mengemuka: sejauh mana efektivitas pengamanan di wilayah rawan konflik seperti Yahukimo?
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menyatakan telah meningkatkan patroli dan pengamanan di sejumlah titik strategis.
Namun, fakta bahwa penembakan terjadi di siang hari menunjukkan masih adanya celah keamanan yang perlu dievaluasi secara menyeluruh.
Selain itu, pola serangan yang menyasar warga sipil memperlihatkan bahwa kelompok bersenjata tidak hanya menargetkan aparat, tetapi juga masyarakat umum, yang seharusnya mendapatkan perlindungan maksimal dari negara.
Di sisi lain, aparat menegaskan bahwa pelaku akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
Namun, publik juga menunggu transparansi proses penegakan hukum serta langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Hingga kini, pelaku penembakan masih dalam pengejaran.
Sementara itu, masyarakat diminta tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. (via)









Tinggalkan Balasan