Marthen T. Mallisa (FOTO: MEGA IRIANTI/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Realisasi penyerapan anggaran Pemerintah Kabupaten Mimika hingga saat ini baru tercatat sekitar 2,5 persen atau setara Rp140 miliar.
Angka tersebut memunculkan sorotan, namun disebut belum mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKD) Mimika, Marthen T. Mallisa, mengakui bahwa masih banyak pengeluaran yang belum tercatat dalam sistem.
“Yang ter-update di sistem baru sekitar 2,5 persen. Masih ada sejumlah pengeluaran yang sedang dalam proses perekaman,” ujarnya saat ditemui di Pusat Pemerintahan Mimika, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, proses pencatatan sebelumnya masih dilakukan secara manual, sehingga pembaruan data ke dalam sistem belum berjalan optimal.
Hal ini menyebabkan angka penyerapan yang tampil belum menggambarkan realisasi riil penggunaan anggaran.
Jika mengacu pada progres kegiatan di lapangan, terutama pekerjaan fisik yang sudah mulai berjalan, Marthen memperkirakan serapan anggaran sebenarnya telah mencapai kisaran 30 hingga 35 persen.
“Beberapa pekerjaan fisik sudah berjalan, hanya saja sebagian masih dalam tahap kontrak dan administrasi,” jelasnya.
Untuk mempercepat realisasi anggaran, BPKD mendorong percepatan proses lelang agar kegiatan dapat segera dilaksanakan secara maksimal. Sejumlah paket pekerjaan juga disebut telah mulai ditayangkan.
“Dengan percepatan lelang, diharapkan pelaksanaan kegiatan bisa segera berjalan dan penyerapan anggaran meningkat,” tambahnya.
Terkait target akhir tahun, Marthen menilai masih terlalu dini untuk dipastikan. Meski demikian, pihaknya optimistis capaian tahun ini dapat lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun lalu kita sempat menghadapi berbagai kendala, tetapi realisasi akhirnya bisa mencapai sekitar 70 hingga 80 persen. Tahun ini kita harapkan minimal di kisaran itu, bahkan bisa lebih baik,” pungkasnya. (*)









Tinggalkan Balasan