MELAYAT – Sekretaris pribadi Wakil Bupati Yahukimo dilaporkan tertembak di Dekai, Selasa (21/4/2026). Keluarga saat melayat ke RSUD Dekai. (FOTO:ISTIMEWA)

YAHUKIMO, timikaexpress.id  — Insiden penembakan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (21/4/2026), menewaskan Jems Maxisme Yohame, Sekretaris Pribadi (Sespri) Wakil Bupati Yahukimo.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Distrik Dekai, pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 20.20 WIT di Komplek Perumahan Eselon III, Distrik Dekai.

Insiden tersebut sempat menimbulkan beragam informasi di tengah masyarakat terkait kronologi maupun pihak yang bertanggung jawab.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Tri Purwanto, dalam keterangan resminya yang diterima Rabu (22/4/2026), membenarkan adanya insiden tersebut.

“OPM sebagai penjahat kemanusiaan telah menembak seorang ASN di Kabupaten Yahukimo,” ujarnya.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi lanjutan dari pihak kepolisian terkait hasil penyelidikan menyeluruh, termasuk kronologi detail dan identitas pelaku.

Sebelumnya, korban sempat dilarikan ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis, namun dinyatakan meninggal dunia.

Mantan Ketua DPRD Tolikara periode 2019–2024, Sonny Arson Wanimbo, turut menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut dan mendesak agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus ini.

“Mohon advokasi segera. Kami meminta bantuan hukum dan perhatian dan pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus ini,” ujarnya.

Ia juga menyoroti aspek keamanan di wilayah tersebut, terlebih insiden terjadi tidak lama setelah kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, ke Papua.

Saat ini, keluarga korban masih berada di RSUD Dekai untuk berkoordinasi terkait proses pemakaman serta langkah hukum selanjutnya.

Sejumlah pihak pun mendorong agar penanganan kasus dilakukan secara transparan dan profesional guna memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi keluarga korban.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, sambil menunggu perkembangan resmi dari aparat berwenang. (*)