TIMIKA, timikaexpress.id – Keuskupan Timika menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi krisis pendidikan di Tanah Papua melalui penyelenggaraan Lokakarya Umum Pendidikan Dasar dan Menengah pada 14–16 April 2026.
Kegiatan yang akan berlangsung di Hotel Swiss-Belinn Timika ini mengusung tema “Membangun Kembali Pendidikan Katolik di Tanah Papua: Menemukan Terobosan di Tengah Krisis.”
Lokakarya tersebut menjadi momentum penting bagi Gereja untuk mengevaluasi sekaligus merumuskan arah baru pendidikan Katolik yang selama ini berperan dalam membentuk karakter manusia yang beriman, berbudaya, dan mandiri.
Dalam dokumen Term of Reference (TOR), disebutkan bahwa berbagai tantangan seperti konflik sosial, keterbatasan akses, kondisi geografis, hingga minimnya tenaga pendidik dan pendanaan telah berdampak pada menurunnya kualitas pendidikan, khususnya di wilayah pedalaman.
Bahkan, sejumlah sekolah Katolik yang dahulu menjadi pusat pembelajaran kini tidak lagi berfungsi secara optimal, terutama di daerah konflik dan terpencil.
Melalui lokakarya ini, Keuskupan Timika menargetkan tersusunnya peta kondisi pendidikan secara menyeluruh, analisis strategis, serta perumusan kebijakan dan roadmap penguatan pendidikan Katolik di Papua.
Selain itu, forum ini juga akan menghadirkan praktik terbaik dari lembaga pendidikan Katolik tingkat nasional sebagai referensi dalam membangun sistem pendidikan yang lebih adaptif dan kontekstual.
Sekitar 100 peserta dijadwalkan hadir, terdiri dari Uskup Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA., para imam, tarekat religius, pengurus Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK), kepala sekolah, guru, perwakilan pemerintah daerah, hingga mitra pendidikan dan dunia usaha.
Berbagai narasumber dari tingkat lokal dan nasional juga akan terlibat dalam diskusi yang dikemas melalui paparan utama, panel tematik, serta analisis berbasis karakter wilayah, seperti daerah konflik, pegunungan, pesisir, dan perkotaan.
Keuskupan Timika berharap lokakarya ini tidak hanya menghasilkan dokumen strategis, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan pendidikan Katolik di Tanah Papua guna menjawab tantangan zaman dan meningkatkan kualitas generasi masa depan. (*)














Tinggalkan Balasan