MELETAKKAN – Presdir Freeport Tony Wenas meletak kan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada korban penembakan oleh orang tak dikenal yang terjadi pada 11 Maret 2026 di area tambang terbuka Grasberg, dalam memperingati HUT ke 59 PT Freeport Indonesia, Selasa (7/4/2026) (FOTO:CORPCOM FREEPORT)
TEMBAGAPURA, timikaexpress.id – PT Freeport Indonesia (PTFI) mengalokasikan hampir Rp2 triliun untuk program investasi sosial sepanjang tahun 2025 sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas dalam refleksi 59 tahun PTFI pada Selasa (7/4/2026), mengatakan investasi sosial tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, hingga infrastruktur dasar.
“Sepanjang 2025, nilai investasi sosial PTFI mencapai hampir Rp2 triliun dan akan terus ditingkatkan sekitar 100 juta dolar AS atau setara Rp1,5 triliun per tahun hingga akhir masa operasi tambang,” ujarnya.
Selain program sosial, PTFI juga memberikan kontribusi signifikan kepada negara dengan menyetorkan sekitar Rp70 triliun dalam bentuk pajak, royalti, dividen, dan penerimaan lainnya sepanjang tahun 2025.
Di sektor ketenagakerjaan, PTFI menyerap lebih dari 30 ribu tenaga kerja, dengan sekitar 40 persen di antaranya merupakan Orang Asli Papua (OAP).
Tony menegaskan bahwa komitmen investasi sosial tersebut berjalan seiring dengan upaya perusahaan dalam menjaga operasional yang aman dan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memastikan operasional yang aman, terlindungi, dan berkelanjutan,” katanya.
Saat ini, operasional PTFI masih dalam tahap pemulihan pasca insiden, dengan tingkat produksi mencapai sekitar 40 hingga 50 persen.
Perusahaan menargetkan produksi dapat kembali mendekati 100 persen pada akhir tahun ini dan mencapai kapasitas penuh pada awal tahun depan. (*)















Tinggalkan Balasan