SITUASI – Nampak situasi di Kwamki Narama, Selasa (31/3/2026) pasca insiden pembunuhan terhadap Yulius Magai, pada Minggu (29/3/2026) (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKA, timikaexpress.id — Keluarga korban pembunuhan di wilayah Kwamki Narama, Yulius Magai, menegaskan sikap menolak segala bentuk aksi balas dendam dan memilih menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
Tokoh pemuda Kwamki Narama sekaligus keluarga korban, Awen Magai, mengatakan pihak keluarga telah bersepakat untuk tidak terpancing emosi pasca insiden yang menewaskan kerabat mereka.
“Kami dari keluarga sudah sepakat menyerahkan kasus ini kepada pihak keamanan dan pemerintah. Ini murni tindakan kriminal, dan kami mendukung agar segera diproses hukum,” ujarnya.
Ia menegaskan, peristiwa tersebut tidak berkaitan dengan konflik kelompok, melainkan tindakan kriminal oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Menurutnya, keluarga juga berkomitmen menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, termasuk saat prosesi pemakaman korban.
“Kami ingin ada pernyataan bersama bahwa setelah kejadian ini tidak boleh ada perang atau aksi saling balas di Mimika. Semua harus diselesaikan melalui jalur hukum,” tegasnya.
Pihak keluarga menyatakan bersedia melaksanakan pemakaman secara terbuka dengan syarat kehadiran pemerintah daerah dan aparat keamanan guna memastikan situasi tetap aman.
Selain itu, keluarga korban mendesak aparat keamanan untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku agar mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Kami berharap pelaku segera ditangkap dan diproses hukum. Jangan ada pembiaran, karena bisa memicu kejadian serupa di tempat lain,” ungkapnya.
Keluarga juga meminta aparat keamanan bertindak tegas dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Mimika, sehingga tidak terjadi kekerasan lanjutan pasca kejadian tersebut. (via)














Tinggalkan Balasan