DUDUKI – Pendulang emas tradisional menduduki Jalan Ahmad Yani, Timika, Kamis (26/3/2026), di tengah melemahnya harga jual emas dan menunggu pembelian oleh pengusaha. (FOTO:GREN/TIMEX)

TIMIKA, timikaexpress.id — Ratusan pendulang emas tradisional kembali menduduki Jalan Ahmad Yani, Timika, Kamis (26/3/2026), di tengah melemahnya harga jual emas dan belum optimalnya penyerapan hasil dulang oleh pengusaha.

Pendulang berkumpul di kawasan pertigaan PIN Seluler hingga arah Pasar Gorong-gorong.

Meski tidak melakukan aksi demonstrasi, kehadiran mereka tetap menyebabkan arus lalu lintas terganggu dan dialihkan ke jalur alternatif.

Koordinator pendulang, Simon Rahanjaan, mengatakan para pendulang datang untuk menunggu kepastian pembelian emas oleh pengusaha, yang sebelumnya telah menyatakan kesiapan untuk membeli.

“Hari ini pengusaha emas masih antre untuk pencairan dana. Ada tiga toko emas yang siap membeli, yakni Hanna, Citra, dan Azka,” ujarnya di lokasi.

Namun, harga jual emas yang diterima pendulang saat ini melemah di kisaran Rp1,7 juta hingga Rp1,8 juta per gram, dengan batas pembelian hanya tiga gram per orang.

Kondisi tersebut membuat para pendulang memilih bertahan di lokasi sambil menunggu seluruh hasil dulang mereka dapat terjual.

Simon menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami intens berkomunikasi dengan kepolisian supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Hingga pukul 15.10 WIT, puluhan personel Polres Mimika masih bersiaga di lokasi untuk melakukan pengamanan serta negosiasi dengan para pendulang. (via)