USUNG – Jenazah Eanus Mom diusung keluarga untuk disemayamkan di rumah duka. (FOTO:ISTIMEWA)

TIMIKA, timikaexpress.id – Keluarga Eanus Mom, korban penindakan aparat TNI-AD di kawasan Kali Kabur, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, mendesak klarifikasi resmi dari Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Redi Dwi Yudha Kurniawan.

Pihak keluarga menegaskan bahwa almarhum merupakan warga sipil murni dan tidak memiliki keterlibatan dengan kelompok bersenjata.

“Kami minta klarifikasi resmi dari Dandim 1710/Mimika terkait peristiwa penindakan aparat di Distrik Tembagapura,” tegas perwakilan keluarga, Yohanes Amisin, di Kwamki Narama, Selasa (3/3/2026).

Desakan tersebut disampaikan saat jenazah Eanus Mom tiba di rumah duka di Distrik Kwamki Narama sekitar pukul 15.00 WIT menggunakan ambulans milik TNI.

Setelah dilakukan komunikasi antara aparat dan keluarga, jenazah kemudian diturunkan dan disemayamkan sekitar pukul 16.52 WIT.

Yohanes menyebut almarhum sehari-hari bekerja sebagai pendulang emas untuk menghidupi keluarganya.

“Dia masyarakat biasa, cari makan dengan mendulang. Tidak ada keterlibatan apa pun,” ujarnya.

Perwakilan keluarga lainnya, Hellois Kemong, juga meminta Dandim 1710/Mimika hadir langsung menemui keluarga dan memberikan penjelasan terbuka atas insiden tersebut.

“Kami minta Dandim datang dan bertanggung jawab dengan memberi penjelasan resmi,” tegasnya.

Keluarga mengaku terpukul atas peristiwa tersebut dan hingga kini masih menunggu keterangan resmi dari aparat keamanan.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kodim 1710/Mimika. (via)