APRESIASI – Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal, SE didampingi Pj Sekda Kabupaten Puncak Nenu Tabuni, S.Sos dan Kabag Ops Polres Puncak AKP Hary Katang saat menyampaikan apresiasi pascaprosesi perdamaian konflik Kwamki Narama di Timika, Senin (12/1/2026). (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKA, timikaexpress.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, TNI–Polri, serta seluruh pihak atas suksesnya proses perdamaian konflik antar dua kelompok warga di Distrik Kwamki Narama, Senin (12/1/2026).

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal, SE, didampingi Pj Sekda Kabupaten Puncak Nenu Tabuni, S.Sos dan Kabag Ops Polres Puncak AKP Hary Katang, kepada awak media di Timika, Senin.

“Kami Pemerintah Puncak mengucap syukur kepada Tuhan karena proses perdamaian berjalan aman dan lancar. Terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Mimika, Kapolres Mimika, Dandim 1710/Mimika, serta semua pihak yang telah bekerja sama,” ujar Naftali Akawal.

Ia berharap kedua kubu yang sebelumnya bertikai dapat menjaga komitmen perdamaian dan tidak lagi terlibat konflik di kemudian hari.

“Mereka sudah berdamai, sehingga ke depan tidak boleh ada konflik lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Pj Sekda Kabupaten Puncak Nenu Tabuni menjelaskan bahwa prosesi adat telah dilaksanakan melalui patah kayu, patah panah, dan tukar babi, serta saling kunjung antar kedua kubu sebagai simbol rekonsiliasi.

“Jika prosesi adat sudah dilakukan seperti ini, artinya mereka tidak akan berperang lagi. Itu budaya masyarakat gunung,” jelasnya.

Meski demikian, Nenu menyebut masih ada beberapa tahapan adat lanjutan yang akan diselesaikan oleh kedua kubu secara internal.

Pada kesempatan tersebut, Pemkab Puncak juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Mimika atas dampak konflik yang sempat mengganggu aktivitas umum.

“Kami mohon maaf atas konflik yang terjadi dan telah mengganggu aktivitas masyarakat Mimika,” pungkasnya. (via)