TKP – Kapolsek Kwamki Narama, IPTU Yusak Sawaki saat mendatangi TKP dimana korban Aprilia Magai meregang nyawa akibat dipanah di Kampung Maleo, Distrik Kwamki Narama, Senin (5/1/2026). (FOTO:ISTIMEWA)

TIMIKA, timikaexpress.id — Konflik antarkelompok warga di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, belum kondusif dan kembali menelan korban jiwa.

Seorang perempuan bernama Aprilia Magai dilaporkan meninggal dunia setelah tujuh anak panah menerjangnya di Kampung Maleo, Senin (5/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIT.

Kapolsek Kwamki Narama IPTU Yusak Sawaki membenarkan peristiwa tersebut.

Ia mengatakan korban diduga mengalami gangguan jiwa.

“Iya benar, korban bernama Aprilia Magai. Korban diduga dalam kondisi gangguan jiwa,” ujar IPTU Yusak Sawaki saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Menurut Kapolsek, kejadian bermula saat aparat gabungan Polres Mimika dan Yon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah tengah melakukan pembongkaran tenda di lokasi konflik.

Saat itu, korban sempat mendatangi aparat dan meminta air minum.

“Setelah itu korban berjalan ke arah kubu Newegalen dan langsung dipanah,” jelasnya.

Jenazah korban telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Mimika untuk penanganan lebih lanjut.

Terkait prosesi pemakaman, IPTU Yusak Sawaki menyebut pihak keluarga korban sempat menginginkan korban dibakar.

Namun aparat berupaya mencegah hal tersebut demi menghindari konflik lanjutan.

“Korban ini bukan bagian dari kelompok yang berperang. Jika dibakar, konflik bisa semakin meluas. Kami masih berkoordinasi dengan keluarga agar korban dimakamkan secara agama,” ujarnya.

Hingga kini, pelaku pemanahan belum teridentifikasi.

Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan mencegah jatuhnya korban tambahan.

“Pelaku belum teridentifikasi dan saat ini masih dalam penyelidikan,” pungkas IPTU Yusak Sawaki. (via)