DEMO – Ratusan Solidaritas Peduli Jila saat menggelar aksi demo di halaman Kantor DPRK Mimika, Rabu (17/12). (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKA, timikaexpress.id – Ratusan warga yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Jila (SPJ) menggelar aksi unjuk rasa damai di halaman Kantor DPRK Mimika, Papua Tengah, Rabu (17/12/2025). Mereka meminta Presiden menarik pasukan militer organik dan nonorganik dari Distrik Jila.

Sebelum berunjuk rasa, massa berkumpul di Bundaran Timika Indah dan berjalan menuju Kantor DPRK Mimika.

Aspirasi peserta aksi diterima langsung sejumlah anggota DPRK Mimika, di antaranya Dolfin Beanal dan Marianus Tandiseno.

Koordinator aksi Eli Dolame mengatakan, kehadiran aparat keamanan dalam operasi di 10 kampung Distrik Jila dinilai menimbulkan trauma bagi warga dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Menurut dia, sebagian warga mengungsi ke Kampung Jengkon, Pasir Putih, dan Jila.

“Operasi tersebut membuat masyarakat tidak merasa aman dan mengalami tekanan,” kata Eli.

Aktivis HAM Fransisca Pinimet menyampaikan, situasi keamanan di Distrik Jila dinilai belum kondusif, terlebih menjelang perayaan Natal.

Ia menyebut masih terjadi intimidasi yang membuat perempuan dan anak-anak mengungsi, serta sejumlah warga belum kembali ke kampung.

“Dentuman senjata masih terjadi dan ini mengganggu rasa aman masyarakat menjelang Natal,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Komisi II DPRK Mimika Dolfin Beanal menyatakan DPRK Mimika akan membentuk panitia khusus (pansus) untuk mengkaji persoalan kemanusiaan di Distrik Jila.

Pansus tersebut akan berkoordinasi dengan pansus kemanusiaan Provinsi Papua Tengah serta melibatkan TNI dan Polri.

Aksi unjuk rasa damai itu dikawal sekitar 150 personel gabungan Polres Mimika dan Satuan Brimob Polda Papua Tengah. (via)