RAPAT KOORDINASI — Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman memimpin rapat koordinasi penanganan konflik Kwamki Narama bersama Forkopimda di Mako Polres Mimika, Mile 32, Selasa (18/11). (FOTO: IST/TIMEX)
TIMIKA, timikaexpress.id — Konflik antar dua kelompok warga di Kwamki Narama, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, masih terus memanas dan telah menimbulkan lebih dari 40 korban luka serta satu korban meninggal.
Untuk meredam eskalasi, Polres Mimika menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda di Mako Polres Mimika, Mile 32, Selasa (18/11).
Rapat dipimpin Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, dan dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, serta lembaga penegak hukum.
Kapolres menegaskan konflik tersebut bukan konflik antarsuku, melainkan persoalan antar keluarga yang telah berlangsung lama.
Ia mengungkapkan tiga provokator telah diamankan, salah satunya berstatus ASN.
“Kami membutuhkan dukungan Pemda untuk mendirikan tiga pos pengamanan semi permanen dalam dua hari ke depan. Pos ini akan ditempati personel gabungan guna memantau pergerakan kelompok dan mencegah eskalasi,” ujarnya.
Kapolres juga meminta dukungan Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Timika terkait penegakan hukum.
Ia menyebut rekomendasi Kapolda Papua Tengah agar proses hukum dilakukan di luar Kota Timika untuk menjaga stabilitas keamanan.
Forkopimda, termasuk Kesbangpol Mimika, Distrik Kwamki Narama, Kodim 1710/Mimika, hingga perwakilan DPRK, sepakat memperkuat sinergi dan mendukung langkah tegas aparat keamanan agar situasi di Kwamki Narama segera kondusif. (via)














Tinggalkan Balasan