FOTO BERSAMA – Ketua Umum Aliansi Honorer Mimika, Edoardus Soway foto bersama dua rekannya (FOTO: ISTIMEWA/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Aliansi Honorer Mimika mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika memberikan kejelasan status bagi tenaga honorer yang belum terakomodir dalam rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ketua Umum Aliansi Honorer Mimika, Edoardus Soway, berharap Pemkab membangun komunikasi terbuka dengan tenaga honorer untuk memastikan mereka bisa masuk dalam skema PPPK, termasuk formasi paruh waktu.

“Kami minta pimpinan daerah, BKPSDM, dan kepala-kepala OPD dapat bekerjasama membangun komunikasi agar rekan-rekan tenaga honorer tersisa bisa diakomodir dalam kuota PPPK paruh waktu,” ujarnya.

Menurut Soway, tenaga honorer yang sudah lama bekerja di masing-masing OPD terbukti berperan penting dalam mendukung pelayanan publik.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah memberi prioritas bagi mereka.

“Dengan demikian, semua tenaga honorer di Kabupaten Mimika bisa memperoleh kejelasan status sebagai PPPK,” tegasnya.

Meski begitu, Soway tetap mengapresiasi langkah Pemkab Mimika yang telah mengakomodir sebagian tenaga honorer dalam rekrutmen PPPK tahun ini.

“Kami samapikan terima kasih atas komitmen pemerintah daerah dalam memperjuangkan tenaga honorer Mimika. Harapan kami, seluruh tenaga honorer yang tersisa juga mendapatkan kesempatan yang sama,” pungkasnya. (tim)