Marthen Malissa (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Hingga akhir September 2025, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika baru mencapai 36,4 persen atau sekitar Rp2,3 triliun.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika, Marthen Malissa, mengatakan rendahnya persentase tersebut disebabkan banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) belum menyampaikan pertanggungjawaban penggunaan anggaran.

“Kalau semua sudah dipertanggungjawabkan, angka realisasi bisa mendekati 40 persen. Namun selama laporan belum masuk, belum bisa diakui sebagai realisasi,” ujarnya kepada wartawan di Kantor Pemerintahan SP3, Senin (29/9).

Marthen meminta pimpinan OPD menginstruksikan bendahara dan operator keuangan untuk mempercepat proses administrasi agar realisasi meningkat.

Ia juga menegaskan anggaran perubahan sudah dapat dijalankan sesuai instruksi Bupati Mimika.

“Biasanya tagihan pekerjaan lebih banyak masuk pada November dan Desember. Banyak yang baru ditagihkan setelah pekerjaan selesai, padahal seharusnya sesuai termin kontrak. Akibatnya, pembayaran menumpuk di akhir tahun,” jelasnya.

Meski demikian, Marthen optimistis hingga akhir 2025 realisasi anggaran Mimika dapat menembus 90 persen.

“Selama dokumen tagihan dari OPD maupun kontraktor lengkap, proses di BPKAD tidak akan tertunda. Tidak ada tagihan yang bermalam di kantor kami,” tegasnya.

Ia menambahkan, masih ada OPD yang belum mengajukan pencairan dana sesuai jadwal.

“Tinggal tiga bulan lagi. Kita kejar bersama agar anggaran benar-benar terserap,” pungkasnya. (via)