ACARA: Ketua Pengurus Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) Leonardus Tumuka (tengah) dalam acara bertajuk, “Kolaborasi untuk Inklusi Ekonomi” yang digelar di Jakarta, Kamis (7/8/2025). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

JAKARTA, TIMIKAEXPRESS.id – Ketua Pengurus Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Leonardus Tumuka, menegaskan kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya menjadi kunci untuk memaksimalkan pemberdayaan di daerah.

“Kami butuh pola baru, dan kelihatannya sulit kalau tidak berkolaborasi,” ujar Leo dalam acara “Kolaborasi untuk Inklusi Ekonomi” di Jakarta, Kamis (7/8).

Leo menjelaskan, YPMAK memiliki tiga program prioritas, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Menurutnya, mustahil ketiga program tersebut berjalan optimal tanpa dukungan para pemangku kepentingan di masing-masing bidang.

Pada program pendidikan, misalnya, YPMAK menyalurkan beasiswa bagi masyarakat Amungme, Kamoro, dan lima suku kekerabatan (Dani, Damal, Moni, Mee, dan Nduga) di Kabupaten Mimika.

“Tahun-tahun awal, dana tersedia, tetapi minat adik-adik untuk sekolah masih rendah. Kami mulai mendorong, dan dampaknya besar sekali,” ujarnya.

Sejak berdiri, YPMAK tercatat telah menyalurkan ribuan beasiswa dengan menggandeng 35 mitra pendidikan.

Pendekatan budaya juga diterapkan pada program kesehatan dan ekonomi.

Untuk kesehatan, Leo menekankan pentingnya membangun kesadaran bahwa hidup sehat dimulai dari kebiasaan di rumah dan kampung, bukan semata mengandalkan pelayanan rumah sakit atau puskesmas.

“Banyak hal yang kami upayakan, salah satunya membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah. Karena meskipun anggarannya cukup banyak, tanpa peran pemerintah kami akan kesulitan,” kata Leo. (*/)