Bupati Mimika, Johannes Rettob (FOTO: IST/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Kehadiran Maskapai Batik Air menjadi kabar bahagia bagi masyarakat.

Dengan membuka rute penerbangan baru Pulang-Pergi (PP) dari Jakarta-Timika-Nabire, tentunya semakin memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan wilayah seiring status Nabire sebagai ibu kota provinsi baru Papua Tengah.

Pembukaan rute baru dilakukan setelah Bandara Douw Aturure Nabire, sejak 10 Juli 2025, secara resmi mengoperasikan runway sepanjang 2.500 meter, sehingga memungkinkan pesawat berbadan besar seperti Boeing untuk mendarat dengan aman.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, di Timika, Rabu, mengatakan, sebelum Maskapai Batik Air melalui free flight pada 18 Juli, direncanakan Kamis besok akan dilaksanakan priving flight, yakni proses uji operasional yang dilakukan untuk memastikan kesiapan maskapai untuk terbang di rute penerbangan yang baru.

“Penerbangan rute baru Jakarta-Timika-Nabire PP dengan pesawat berbadan besar, yaitu Airbus dan Boeing. Kalau selama ini penerbangan ke Nabire dengan pesawat jenis ATR Wings Air,” jelasnya.

Dikatakan pula, setelah rute baru penerbangan ini berjalan regular, maka Mimika akan menjadi home base-nya.

Lebih lanjut, kata John Rettob, proving flight ke Bandara Douw Aturure Nabire, karena bandaranya telah diverifikasi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Kalau proving flight di Bandara Douw Aturure Nabire dinyatakan layak, maka Kemenhub akan terbitkan surat ijin untuk membuka slot time landing (pendaratan) setelah take off dari Jakarta, landing di Timika dan Nabire. Untuk Bandara Mozes Kilanign Timika tidak ada masalah soal slot time, hanya di Jakarta,” ujarnya.

Ia menambahkan pihak Maskapai Batik Air sudah melakukan assessment, bahkan Super Air Jet sudah mengajukan slot time.

“Harapan kita minggu depan sudah terealisasi sehingga masyarakat sudah bisa menikmati penerbangan dengan pesawat Boeing,” pungkasnya.(eno)