Yan Pieterson Laly (FOTO:INDRI/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Anggota Komisi III DPRK Mimika, Yan Pieterson Laly, mengkritisi istilah sekolah favorit di Mimika berdampak kurang baik dalam proses penerimaan peserta didik baru di wilayah setempat.

Ia menyoroti situasi pendidikan di Mimika dengan kebijakan yang diturunkan oleh pemerintah, misalnya pemberlakuan sistem zonasi, jelas tidak diindahkan pihak pengelola sekolah, baik negeri maupun swasta di Mimika.

Istilah sekolah favorit mengakibatkan hampir semua orang tua dari para peserta didik berlomba-lomba menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.

Kondisi nyata di Mimika hampir setiap tahun terjadi, baik orang tua maupun peserta didik baru rela bertahan di sekolah hingga subuh, demi bisa mendapatkan formulir pendaftaran di sekolah yang di cap favorit.

Situasi ini pun menimbulkan terjadinya penumpukan peserta didik baru di sekolah tertentu.

“Jadi, setiap tahun ajaran baru saat pemerimaan peserta didik baru, pasti para orang tua dilemma, bahkan harus berdesakan di sekolah favorit demi mendaftarkan anaknya,”ujar politisi Partai Gerindra pada Selasa (15/7/2025).

Padahal, menurut Yan kerap ia disapa, baik sekolah negeri maupun swasta tidak ada bedanya, karena menggunakan kurikulum pendidikan yang sama.

Menyikapi situasi ini, Yan memastikan akan mengunjungi sejumlah SMA di Timika untuk mengecek, sekaligus memastikan kepada pihak sekolah terkait sistem penerimaan peserta didik baru, baik di sekolah unggulan, maupun SMA Negeri serta SMA yang dikelola oleh yayasan.

“Kami juga akan gelar Rapat Dengar Pendapat dengan Dinas Pendidikan, karena ada banyak hal yang ingin dibahas, termasuk pengelolaan, pemanfaatan, dan tranparansi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), apakah peruntukannya tepat sasaran atau tidak,”pungkasnya. (eno)