Onna Bunga (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Selama lima bulan terkahir, angka malaria di Distrik Mimika Timur tembus 2.952 kasus.
Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas Mapurjaya, Onna Bunga kepada Timika eXpress, Rabu (25/6/2025) mengatakan meningkatnya kasus malaria, ini disebabkan oleh tingginya curah hujan, serta pola makan yang kurang diperhatikan oleh warga setempat.
Menurut Onna Bunga, angka 2.952 kasus malaria, itu berdasarkan data lapangan yang didata oleh petugas Puskesmas Mapurjaya, berkaloborasi dengan tim Tempo Kas Tuntas, yang juga intens melakukan pemeriksaan menggunakan RDT, bukan mikroskop.
“Jadi, jumlah 2.952 kasus tu adalah warga yang positif malaria,” ujarnya.

Adapun upaya pencegahan yang dilakukan Puskesmas Mapurjaya, yaitu terus berkaloborasi dengan tim Malaria Control (Malcon) PT Freeport Indonesia dari Klinik Cenderawasih yang selalu mensupport obat biru, yaitu Dihydroartemisinin-piperaquine (DHP) atau D-Artepp Dispersible.
“Jadi, selama ini petugas Puskesmas Mapurujaya dan Tim Tempo Kas Tuntas intens melakukan pemeriksaan malaria di lapangan, dan memberikan obat D-Artepp Dispersible kepada masyarakat sebagai obat penganti DHP,” jelasnya.
“Kami sudah gunakan obat D-Artepp Dispersible kurang lebih seminggu, dan tim Malcon sudah support obat DHP, namun untuk anak-anak tetap diberikan obat D-Artepp Dispersible, karena memang dikhususkan untuk anak-anak mulai usai nol (0) bulan,” pungkasnya. (via)









Tinggalkan Balasan