MENYERAHKAN– Ketua Pengurus YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka didampingi Haotje Watori, Wakil Ketua Pengurus Bidang Monev YPMAK menyerahkan bantuan Bahan Makanan (Bama) secara simbolis kepada warga Kamoro yang tinggal di Teluk Etna, Kabupaten Kaimana saat Kunker pada Kamis (20/3/2025) (FOTO: INDRI/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Kunjungan Kerja (Kunker) sekaligus monitoring tim pengawas Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) ke Potowaiburu, menyusul ke Kampung Boiya, Teluk Etna-Kabupaten Kaimana, Papua Barat, pada Kamis (20/3/2025), ini menunjukan keberpihakannya kepada masyarakat.

Dipimpin Ketua Pengurus YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka, rombongan meninggalkan Potowaiburu, Distrik Mimika Barat Jauh sekitar pukul 11:30 WIT.

Setelah menempuh pelayaran lebih satu jam, akhirnya Leonardus Tumuka dan rombongan, tiba di Teluk Etna dan disambut meriah oleh warga dengan tarian khas Suku Kamoro, sekaligus membuktikan kehadiran YPMAK menyentuh hati warga Kamoro (Mimika Wee) yang mendiami Distrik Teluk Etna, Kaimana.

Leonardus Tumuka yang didampingi Pj Kepala Divisi Perencanaan Program Ekonomi Oktovianus Jangkup, Frengki Wanmang, Deputi Wakil Ketua Pengurus YPMAK Bidang Monitoring dan Evaluasi, Wakil Ketua Pengurus Bidang Monev-Haotje Watori, Kepala Divisi Monev Program Ekonomi-Monika Maramku, serta Kepala Dievisi Humas Yeremias Imbiri dan tim Divisi Humas YPMAK, pun langsung diarak untuk menemui Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Boiya, Distrik  Teluk Etna.

Pertemuan bersama tim Pokja dan masyarakat berlangsung di Balai Kampung Boiya, Jalan Koreanus Ayambi, Kabupaten Kaimana.

Pertemuan juga dihadiri warga dari empat kampung di wilayah setempat, yaitu  Kampung Nariki, Lahakia, Bamana dan Rurumo.

Freddy Sony Atiamona selaku tokoh masyarakat Suku Kamoro pada kesempatan itu, terlebih dahulu memperkenalkan Leonardus  Tumuka.

Freddy mengungkapkan, keinginan Leonardus selaku Ketua Pengurus YPMAK adalah membangkitkan dan memajukan Mimika Timur Jauh dan Mimika Barat Jauh, yang juga merupakan motivasi baginya memimpin YPMAK.

“Saya pribadi membanggakan dia (Leonardus Tumuka) karena dia satu-satunya putra asli Kamoro yang akan memajukan masyarakat Amungme-Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya melalui Pokja-pokja yang sudah dibentuk YPMAK,” tandasnya.

Sementara itu,  Leonardus Tumuka menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada warga Kampung Boiya, karena sudah melakukan penjemputan yang sangat luar biasa.

“Ini kerinduan saya datang ke Boiya, karena saya merasa Kampung Boiya bagian dari YPMAK, lembaga yang mengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia. Maafkan kami kalau kami lupa bahwa ada orang kami di bagian barat dan timur Mimika. Pemerintah juga mungkin lupa, tapi hari ini (kemarin-Red) kita bersyukur bahwa Tuhan baik, dan ada orang-orang yang Tuhan pakai untuk bisa menolong sesama,” ujarnya.

Kunjungan penuh makna dan arti di Boiya, ini semakin menguatkan niat tulus Leonardus Tumuka bawasannya lewat Freeport ada sentuhan untuk masyarakat Boiya, meski masuk Kabupaten Kaimana, tetapi warganya menjadi tangung jawab Pemkab Mimika.

“Saya sangat terharu saat penjemputan, sampai-sampai meneteskan air mata, dan ini bukti YPMAK hadir menyentuh langsung masyarakat, karena orientasi saya hanyalah masa depan yang lebih baik bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, Freeport tentu akan sangat mendukung langkah-langkah yang diambil YPMAK lewat program, baik pendidikan, ekonomi, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Khusus bidang kesehatan, ke depan kalau bapak, ibu sakit, bisa berobat ke Timika dan mendapat pelayanan gratis di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM),” paparnya.

Ia menyebut pada tahun ini YPMAK merealisasikan program ‘Kamoro Berprestasi’, dan wajib bagi anak-anak Mimika masuk Universitas Negeri,tetapi harus berprestasi.

Selain itu, juga ada program pembinaan terhadap 20 pengusaha baru.

Disaming itu, Haotje Watori selaku Wakil  Ketua Pengurus  Bidang Monev YPMAK, mengaku bangga karena bisa bertemu dengan warga Kampung Boiya, sekaligus mendegar langsung ungkapan serta isi hati mereka.

“Apa yang bapak,ibu sampaikan atau usulkan akan kami catat, dan akan direalisasikan dalam bentuk program. Tentunya YPMAK akan memantau perkembangan program tersebut, entah itu kios atau usaha wisata, karena kami akan bangga kalau ada orang Kamoro yang berhasil mengelola usah, apalagi sukses ke depan menjadi pengusaha besar,” spiritnya.

Sementara itu, Ketua Bamuskam Kampung Boiya, Melianus Waterpauw juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan pengurus YPMAK.

Menyusul, Melkianus Tenawe, Kepala Kampung Lakahia menyebut suku terbesar di Papua adalah Suku Kamoro.

Kunjungan ketua dan tim pengawas YPMAK merupakan suatu kebanggaan bagi kami, karena saat ini sementara dilakukan pembangunan pagar gereja dan asrama serta masih banyak lainnya.

“Kalau soal pendidikan, anak-anak Kamoro dari Kampung Lakahia banyak yang lanjut kuliah ke Kaimana, namun belum adanya asrama, sehingga tidak sedikit mahasiswa yang tinggal kost, tapi ini memberatkan para orang tua karena keterbatasan ekonomi,” tandasnya.

Selain itu, Salmon Nai, warga Kampung Lakahia mengharapkan dukungan YPMAK terkait pemasaran hasil pertanian warga setempat.

“Kami harap kehadiran YPMAK membawa perubahan bagi kami,” kata Salmon.

Kemudian, Jhon Anoma yang juga warga Lakahia mengharapkan dukungan normalisasi kali yang menjadi jalur dan aktivitas perekonomian warga setempat.

“Pertemuan hari ini karena kasih Tuhan sehingga Ketua Pengurus YPMAK dan rombongan bisa hadir dan mendengar keluh kesah kami warga Boiya,” demikian Jhon. (eno)