PLANG – Plang BMKG Stasiun Timika, di Jalan Bandara Freeport (FOTO: ELISA/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Mimika saat ini tengah memasuki masa peralihan, dimana masa ini, hujan cenderung berlangsung dari sore ke malam hari, yang diperkirakan akan berlangsung hingga April 2025 mendatang.
Prakirawan Badan Meteorologi Klematologi dan Geofisika (BMKG) Timika Timika, Aji Suprataji saat dikonfirmasi Timika eXpress Jumat (27/12) mengatakan, selama masa pancaroba itu, cuaca diprakirakan dapat berubah cepat, dari cerah menjadi berawan tebal hingga turun hujan lebat yang akan berlangsung lama dari sore hingga malam hari, sementara pada pagi dan siang harinya panas.
“Jadi, untuk warga Timika harus waspada dengan kondisi cuaca akhir-akhir ini, karena berdasarkan data prakirawan yang kami catat arah angin dominan berhembus dari barat ke timur. Tetapi itu tidak berpengaruh pada tingginya gelombang di perairan Timika,” katanya.
Aji mengatakan, musim penghujan akan dimulai pada Mei hingga Agustus karena arah angin pada bulan-bulan tersebut akan berhembus dari arah selatan ke utara dan juga bisa berpengaruh pada tingginya gelombang di perairan.
“Akhir Desember hujan terus, bahkan bisa jadi dari sore sampai malam hujan, pada bulan-bulan itu kita akan melihat matahari. Tetapi pada bulan Januari kondisi cuaca Timika akan kembali normal,”jelasnya.
Menurutnya, informasi masa puncak curah hujan sebenarnya sangat penting bagi instansi tertentu.
Misalnya saat puncak curah hujan dibeberapa wilayah di Kota Timika maka warga Timika siap-siap terendam banjir jika tak ada langkah antisipasinya dari instansi teknis.
Atau bisa juga mengakibatkan kasus kesakitan malaria naik signifikan di masa puncak curah hujan.
“Curah hujan kita bahkan lebih tinggi dari Bogor yang disebut kota hujan itu cuma jarang kita publikasikan,”ungkapnya.(bob)








Tinggalkan Balasan