Budiono Muhcie (FOTO: WARTA/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Pasca monitoring di 371 Tempat Pemungutan Suara (TPS), pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mimika masih akan menginventarisir permasalahan yang ditemui di enam distrik di Mimika.
Adapun permasalahan terkait faktor keamanan dan kerawanan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Mimika pada 27 November 2024 mendatang, nantinya akan dikoordinasikan dengan aparat keamanan setempat.
Koordinator Divisi Data KPU Mimika, Budiono Muchie kepada Timika eXpres di ruang kerjanya, Jumat (18/10/2024), menerangkan, monitoring di 371 TPS selama tiga hari, sejak Senin, Rabu dan Kamis di enam distrik dalam kota, yakni Distrik Mimika Timur, Iwaka, Wania, Kuala Kencana, Mimika Baru dan Distrik Kwamki Narama, ini dilakukan oleh enam tim bentukan KPU.
Enam tim ini kemudian disebar di enam distrik, untuk mengecek kesiapan di 371 TPS.
371 TPS terdiri dari 71 di Distrik Wania, Mimika Baru 185 TPS, serta 1 TPS khusus di basecamp.
Di Kuala Kencana, monitoring dilakukan di 53 TPS dan 7 TPS khusus.
Sementara Iwaka terdapat 16 TPS dan 1 TPS khusus, yaitu di Lapas Kelas IIB Timika.
Adapun di Distrik Mimika Timur 16 TPS dan 1 TPS khusus.
Sedangkan di Kwamki Narama, monitoring menyasar 24 TPS.
“Yang kita monitoring ini hanya TPS regular, sedangkan TPS khusus kita harus koordinasi dengan penangung jawab, yaitu Kapolres, karena terkait dengan jaminan keamanan. Dari hasil monitoring di sejumlah TPS, itu kita akan inventarisir, namun secara umum didapati ada banyak TPS yang didirikan di lokasi yang kurang layak,”ungkapnya.
Ia tidak menampik, kalau ada beberapa persoalan yang ditemui saat monitoring, seperti adanya TPS di pekarangan rumah warga, atau lokasinya tergenang air, bahkan ada TPS yang ada indikasi terafiliasi.
“Soal ini memang ada rekomendasi dari Bawaslu kepada kami (KPU) untuk segera menggeser atau memindahkan titik atau lokasi TPS. Ini secara garis besar, karena menang kita belum inventarisir hasil monitoring, karena enam tim belum kumpulkan datanya. Kita akan evaluasi dan putuskan langkah yang akan diambil, termasuk memetakan TPS yang dianggap rawan,” kata Budiono kerap ia disapa.
Setelahnya, KPU akan mengelar pertemuan bersama jajaran Forkopimda, guna mengupdate hasil pemetaan titik koordinat 479 TPS pada Pilkada Mimika 2024.
“Sebagai antisipasi tidak boleh ada TPS di ruang atau halaman tertutup, maka kita akan terbitkan SK khusus lokasi TPS, dan akan disebar brosur ke kelurahan sesuai data jumlah Kepala Keluarga (KK),”pungkasnya. (eno)








Tinggalkan Balasan