FOTO BERSAMA – Willem Wandik dan Maximus Tipagau foto bersama pimpinan partai pendukung dan simpatisan usai tatap muka di Sekretatiat  Pemenangan MP3, tepat di depan Graha Eme Neme Yauware pada Sabtu (13/10/2024). (FOTO: INDRI/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Duo putra asli Papua, yang maju bursa Calon Kepala Daerah (Cakada), yaitu Willem Wandik selaku calon Gubernur Provinsi Papua Tengah, serta Maximus Tipagau, calon Bupati Mimika, menyatakan komitmen dalam pengembangan kawasan Pelabuhan Poumako dan fasilitas air bersih bagi masyarakat kelak terpilih dalam kontestasi Pilkada 2024.

Fokus program primadona dari kedua Cakada, ini disampaikan saat bertemu simpatisannya di Sekretariat Pemenangan MP3 (Maximus Tipagau-Peggi Patrisia Pattipi), tepat di depan Graha Eme Neme Yauware pada Sabtu  (13/10/2024).

Willem Wandik bersama Maximus Tipagau akan berkolaborasi dalam visi dan misi bila dipercaya masyarakat memimpin Papua Tengah dan Mimika.

Willem Wandik dalam kontestasi Pilkada 2024, mengandeng Dr. Aloysius Giyai sebagai calon Wakil Gubernur  Provinsi Papua Tengah.

Sementara Maximus Tipagau, calon Bupati Mimika didampingi Peggi Patrisia Pattipi selaku calon Wakil Bupati Mimika.

Willem Wandik dalam safari politik melakukan silahturahmi dengan para simpantisan  serta pengurus partai politik pendukung, seperti Golkar, PKS dan Perindo.

Kedatangan Willem Wandik bersama Maximus Tipagau disambut hangat oleh para simpantisannya.

“Kalau masyarakat inginkan adanya perubahan, tetap jatuhkan pilihan kepada Paslon MP3 nomor urut 2 di Pilkada Mimika, dan Paslon Gubernur Papua Tengah nomor urut 4 Willem-Giyai,” serunya disambut sorak sorai serta tepuk tangan meriah para simpatisan.

Pada kesempatan itu,  Willem Wandik kembali menegaskan, komitmennya membenahi  kawasan Pelabuhan Poumako.

Kalau bawa alat berat ke puncak Jaya saja saya bisa lakukan, apalagi hanya sebatas Pelabuhan Poumako,” papar Willem kerap ia disapa.

Menurut dia, adanya pembenanahan infrastruktur pelabuhan yang baik, maka dampaknya, yaitu aktivitas bongkar  muat  barang dari dan ke kapal, tidak lagi butuh waktu lama.

Pun begitu harga  barang dipastikan tidak melonjak drastis.

Termasuk program air bersih, pastinya menjadi program prioritas, sebab masyarakat di Mimika hingga kini masih butuh air bersih.

“Saya juga sudah bincang-bincang dengan para petugas Lapas Kelas IIB Timika, teryata banyak persoalan yang terjadi, karena ada unsur kepala bayar kepala, dan bila saya memimpin nanti, tidak  lagi ada istilah semacam itu. Hukum positif akan diterapkan dan kita akan dorong dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda),” ujarnya.

Hal senada disampaikan Maximus Tipagau, lewat pembenahan infrastruktur kawasan Pelabuhan Poumako, dipastikannya akan menyedot banyak tenaga kerja terutama para buruh kasar.

“Timika sudah pasti akan jadi kota pusat jasa dan industri, sehingga kita tidak hanya terbuka di Freeport saja, tetapi harus di semua sektor,”ungkapnya.

Maximus pun akan berusaha mendorong program air bersih bisa dirasakan di semua distrik, dimana program ini nanti bersinergi dengan prioritas program Willem Wandik.

“Banyak program yang kami buat, kami akan bersinergi dengan pihak provinsi hingga pusat, sehingga seiring berjalan, pembangunan bisa merata. Termasuk program makan gratis akan dikawal sampai ke daerah,”pungkasnya. (eno)