JELASKAN– Fachrudin Syah, Kepala Cabang Bank Mandiri saat menjelaskan perbedaan uang asli dan palsu dengan metode 3D di ruang kerjanya, Senin (29/7/2024). (FOTO: ELISA/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Menyikapi sekaligus mengantisipasi beredarnya uang palsu di Mimika, masyarakat terutama para pelaku usaha toko, kios maupun pedagang lainnya diingatkan agar lebih waspada.

Adanya temuan dua lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu, yang kini telah diamankan jajaran Polres Mimika pada pekan lalu dari salah satu pemilik kios selaku korban, hal ini pun langsung disikapi oleh Fachrudin Syah selaku Kepala Cabang Bank Mandiri Kabupaten Mimika.

Bank Mandiri sebagai perwakilan Bank Indonesia (BI) yang mengeluarkan uang rupiah kertas dan uang logam sesuai tahun emisi sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),  tentu mengingatkan kepada masyarakat, khususnya di Mimika agar waspada dan berhati-hati terhadap peredaran uang palsu.

Kepada Timika eXpress di ruang kerjnaya, Senin (29/7/2024), Fachrudin secara spesifik menjelaskan cara mengenali keaslian uang rupiah dengan metode 3D, yaitu dilihat, diraba dan diterawang.

“Metode 3D ini cara mudah atau masih efektif,” terangnya.

Menurut dia, peredaran uang palsu tidak  bisa dihindari di tengah masyarakat, sehingga masyarakat harus selalu waspada dan mengantisipasinya dengan cara mudah, yaitu 3D.

“Kami sebagai perbankan dan masyarakat yang berhubungan langsung dengan uang sebagai alat pembayaran yang sah harus bisa mengidentifikasi keaslian uang rupiah, sehingga tidak jadi korban peredaran uang palsu,” pesan Fachrudin.

Pasalnya, mata uang pupiah memiliki banyak unsur pengamanan, kalau dilihat dari warnanya yang terang dan mudah dikenali karena terdapat benang pengaman yang dianyam pada semua uang pecahan rupiah.

Dan kalau diraba, gambar utama seperti lambang Negara Garuda Pancasila, angka nominal, serta frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bank Indonesia akan terasa.

Disamping itu pula terdapat kode tuna netra atau blind code, yakni berupa pasangan garis di sisi kanan dan kiri dari uang asli, yang mana bila diraba pasti terasa kasar.

Penetuan kode tersebut telah melalui konsultasi dengan Persatuan Tuna Netra Indonesia (PERTUNI).

Sementara, metode diterawang biasanya menggunakan alat bantu sinar ultraviolet, disni dapat dilihat dan dipastikan unsur pengamanan uang rupiah.

“Jadi ada kode dan tekstur dari standar uang rupiah asli, dan ini sudah diatur oleh Bank Indonesia, termasuk cara mudah memastikan keaslian uang rupiah,” ujarnya.

Selain metode 3D, pihaknya pun selalu memberikan edukasi kepada para nasabah, jika menemukan uang palsu dari nasabah, maka uang pecahan tersebut akan diamankan dan akan ditindaklanjuti kepada pihak kepolisian untuk menyelidikinya.

Lapor Pihak yang Berwajib

Yohanes Felix Helyanan, Wakil Ketua II DPRD Mimika mengimbau seluruh masyarakat  Mimika agar tetap waspada terhadap peredaran uang palsu.

“Kalau dapati uang palsu segera lapor kepada pihak yang berwajib,” ujar John Thie kerap ia disapa kepada Timika eXpres, Senin kemarin.

Secara khusus, kepada para pelaku usaha, John Thie mengingatkan agar lebih berhati-hati saat melakukan transaksi.

“Supaya aman dan terhidar dari penipuan uang palsu, maka saat transaksi, baiknya terapkan metode 3D. Saya tekankan ini karena kejahatan peredaran uang palsu biasanya para pelaku mengikuti momen, apalagi masuk momen Pilkada,”jelasnya.

Terkait peredaran uang palsu dengan korbanya pelaku usaha kios, maka politisi PDI Perjuangan, meminta pihak kepolisian  segera bertindak untuk menguak pelaku penyebaran uang palsu.

“Kalau dibiarkan berlarut, tentu akan berdampak kepada masyarakat luas,” serunya. (kay/ela)

Cara membedakan uang asli dan palsu dengan metode 3D

1. Dilihat

Perubahan warna benang pengaman pada pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000, perisai logo BI pada pecahan Rp100.000, Rp 50.000, dan Rp 20.000. Menemukan angka berubah warna yang tersembunyi pada pecahan Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, dan gambar tersembunyi berupa tulisan BI dan angka.

2. Diraba

Setelah memperhatikan uang dengan saksama, selanjutnya rabalah uang yang Anda curigai. Anda akan merasakan ada bagian uang yang kasar, yaitu pada gambar utama, gambar lambang negara, angka nominal, huruf terbilang, frasa NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA, dan tulisan BANK INDONESIA.

Tuna netra bisa meraba kode tuna netra (blind code) di sisi kiri dan kanan untuk mengenali nilai nominal dan asli atau tidaknya uang kertas.

3. Diterawang

Setelah memperhatikan dan merabanya, cara membedakan uang asli dan palsu berikutnya yakni angkatlah uang dan arahkan pada cahaya. Anda bisa menemukan gambar pahlawan, gambar ornamen pada pecahan tertentu, dan logo BI yang akan terlihat utuh.