PARIWARA

MENYERAHKAN – Roberth Rouw selaku Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Tanah Papua Partai NaSdem saat menyerahkan surat rekomendasi dukungan kepada Maximus Tipagau di NasDem Tower Jakarta, Kamis (6/6/2024). (FOTO: ISTIMEWA)

JAKARTA, TIMIKAEXPRESS.id – Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pusat  menerbitkan surat rekomendasi dan dukungan kepada Maximus Tipagau untuk ikut dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Rekomendasi resmi dari NasDem ditandatangani langsung Ketua DPP Bappilu Partai Nasdem, Prananda Surya Paloh, pada Rabu, 5 Juni 2024.

Selanjutnya surat rekomendasi tersebut diserahkan langsung oleh Roberth Rouw selaku Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Tanah Papua Partai NaSdem kepada Maximus Tipagau di NasDem Tower Jakarta, Kamis (6/6/2024).

Roberth Rouw pada kesempatan itu mengatakan, Partai NaSdem secara transparan memberikan rekomendasi kepada Maximus Tipagau sebagai bakal calon Bupati Mimika 2024-2029.

Pengurus Partai NasDem menilai bahwa Maximus Tipagau merupakan sosok anak muda asli Papua cukup banyak berkontribusi membangun Papua secara umum, lebih khusus di Mimika dan Kabupaten Intan Jaya.

“Maximus juga merupakan simbolisasi anak muda Papua yang menjadi pengusaha yang sukses dan banyak melakukan misi sosial membantu masyarakat,” kata Roberth meyakini Maximus tentu mendapat kepercayaan dari masyarakat luas.

Pada kesempatan yang sama, Maximus Tipagau kepada awak media mengatakan, dirinya akan terus berjuang, bahkan dengan kerih payah dari hasil keringatnya sendiri akan membantu dan memberikan berkontribusi positif bagi masyarakat Papua, terlebih bangsa dan negara.

“Saya punya keyakinan, dengan sumber daya alam yang dimiliki Papua, kita mampu berbuat lebih dengan didukung penuh Pemerintah Pusat dan Daerah, dan untuk itu saya Maximus Tipagau maju calon Bupati Mimika. Saya yakin dan bangga bahkan terharu apalagi Partai Nasdem ikut mendukung pencalonan saya menjadi Bupati Mimika. Bersama Partai Nasdem bersama-sama kita bangun Mimika, tanah Papua,” pungkasnya.

Sama halnya pula, PKB telah menetapkan nama-nama yang akan diusung dalam Pilkada 2024 untuk Pemilihan Bupati maupun Pemilihan Wali Kota.

Total ada sebanyak 35 nama termasuk Maximus Tipagau (nomor urut 33) sudah diputuskan untuk maju Pilkada 2024 Kabupaten Mimika.

“Sampai hari ini, sampai detik ini, sudah kita verifikasi dan final bahkn sudah penetapan akhir se-Indonesia itu ada 35 Kabupaten/Kota. Tinggal menunggu format KPU untuk kemudian nanti ditandatangani Ketua Umum dan Sekjen untuk dibawa ke KPU sebagai salah satu syarat pendaftaran,” kata Ketua Desk Pilkada Partai, Abdul Halim Iskandar dalam konferensi pers di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Senin (3/6/2024).

Halim menekankan 35 nama yang sudah masuk tahapan final ini merupakan nama-nama yang sebelumnya ada dalam daftar 65 Bacakada yang mengikuti proses UKK (Uji Kelayakan dan Kepatutan) tahap 1.

Gus Halim mengatakan pihaknya telah melakukan wawancara kepada para calon kepala daerah tersebut. Wawancara itu dilakukan untuk mendalami visi misi dan masalah daerah tempat Cakada mencalonkan diri.

“Kita sudah laksanakan dan dalami visi misi dari para calon kepala daerah, kemudian problematika daerah yang akan diselesaikan, yang paling agak panjang itu ketika kita menanyakan ‘apa problematika daerah sehingga sampean ingin maju sebagai kepala daerah’. Problematika utama hari ini apa. Nah itu juga kita matrikulasi,” ujarnya.

Gus Halim kemudian memaparkan dari hasil wawancara kepada Cakada, sebanyak 99% menilai kemiskinan dan Dumber Daya Manusia (SDM) sebagai masalah utama di daerahnya. Kedua tren ini saling bergantian dalam mendominasi daerahnya.

“Dari 288 calon kepala daerah, hampir 99 persen problematikanya ada pada kemiskinan dan SDM. Ini artinya bahwa permasalahan kemiskinan di Indonesia masih sangat dibutuhkan penanganannya secara serius,” tuturnya.

“Yang kedua, dalam artian urutan bukan prioritas, yang kedua yaitu SDM, sumber daya manusia. Dua hal ini selalu bergantian trennya, ada yang lebih dominan SDM, ada yang lebih dominan kemiskinan,” sambungnya.

Selain kemiskinan dan SDM, ada pula infrastruktur dan ketahanan pangan pun jadi sorotan di daerah-daerah. Kedua masalah ini menjadi tugas bagi calon kepala daerah yang akan memimpin untuk menuntaskannya.

“Yang ketiga infrastruktur. Nah infrastruktur ini ternyata juga masih menjadi PR dari seluruh kepala daerah di Indonesia. Yang keempat, pasti dalam artian nomor bukan peringkat, nomor empat itu urusan ketahanan pangan,” tandasnya. (tim)