Johannes Rettob (FOTO: INDRI/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Setelah ditutupnya dua lahan yang disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika untuk mengubur bangkai babi akibat wabah virus African Swine Fever (ASF), kepada para peternak maupun masyarakat Mimika umumnya diminta tidak membuang bangkai babi secara sembarang atau semaunya.

Hal ini ditegaskan kembali Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob sehingga virus yang menyerang ternak babi piaraan warga di Mimika tidak lagi mewabah.

“Sudah lebih 6000 ekor babi piaraan warga yang mati akibat virus ASF, sehingga kalau ada lagi babi yang mati, baiknya dikubur di pekarangan masing-masing, jangan dibuang sembarangan, apalagi di tempat pembuangan sampah atau di kali,” tegas John Rettob kerap ia disapa.

“Saya mewakili pemerintah minta supaya bangkai babi terpapar virus ASF dikubur di pekarangan masing-masing, ini karena lokasi di Iwaka sudah sangat memprihatinkan, bahkan dikhawatirkan timbul persoalan baru,”ujarnya kepada Timika eXpress seusai menghadiri kegiatan di Hotel Cenderawasih 66 pada Selasa (23/4/2024).

Menyikapi masih adanya warga yang membuang bangkai babi sembarangan, lanjut John Rettob, ia akan berkoordinasi dengan OPD terkait untuk memberikan sanksi tegas terhadap oknum warga bila kedapatan membuang bangkai babi secara sembarang.

“Yang jelas dengan adanya laporan ini, kami akan koordinasikan dan tegakkan aturan apabila masih ditemukan adanya warga membuang bangkai babi sembarangan,”pungkasnya. (ela)